blank
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan SMP Negeri 3 Jepara berlangsung beda yakni di Masjid Jami’ Al Istiqamah Demaan Sabtu, 17 Januari 2026.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan SMP Negeri 3 Jepara berlangsung beda yakni di Masjid Jami’ Al Istiqamah Demaan Sabtu, 17 Januari 2026. Tujuannya tujuan agar lebih khidmat. Peringatan Isra’ Mi’raj diikuti dengan antusias oleh 795 murid dan 60 guru dan Tendik walau dengan guyuran hujan yang cukup deras.

Peringatan ini diawali lantunan lagu Islami serta salawat dari grup  rebana  SMP Negeri 3 Jepara binaan M. Abdu Ni’am, M.Pd.I, Pembacaan ayat suci al-Qur’an dan Sari Tilawah, Mahalul Qiyam, dan  sambutan kepala SMP Negeri 3 Jepara yang diwakili oleh Eko Mursulistiono, S.Pd., M.Pd. serta mauidho hasanah oleh KH. Mudhofir

blank
Guru SMPN 3 Jepara sesaat usai acara. Foto: Try

Kepala SMP Negeri 3 Jepara juga mengajak siswa lebih khidmat mengikuti  peringatan Isra’ Mi’raj ini dengan berbagai kuis Islami dan bagi siswa yang benar menjawab akan mendapat hadiah, salah satunya murid yang bernama Maura kelas 9C.

Sementara KH. Mudhofir dalam ceramahnya menjelaskan,  Isra’ merupakan perjalanan malam Rosulullah dari Masjidil Haram Mekah menuju Masjidil Aqsha Palestina. “Miraj naiknya Rasulullah dari Masjidil Aqsha Palestina sampai dengan Sidrotul Muntaha,” terangnya.  “Hasilnya semua umat islam yang punya akal dan baliq wajib melaksanakan salat 5 waktu,” ujar  KH. Mudhofir

blank
Siswa dengan khidmat ikuti peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Foto: Try

Hal ini memperlihatkan kebesaran Allah sebagaimana dalam Surat Al-Isra Ayat:1 yang artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami,”

KH. Mudhofir juga menyampaikan bahwa Manusia  akan bahagia jika memiliki ilmu, beribadah dan  senantiasa memuliakan guru dan orang tua.  “Karena semulia-mulianya yang memuliakan guru” adalah ungkapan yang menegaskan bahwa memuliakan guru adalah amal sangat mulia, karena guru adalah perantara ilmu dan kebaikan, sehingga memuliakan mereka berarti memuliakan ilmu,” ujarnya

Nabi Muhammad SAW, dan Allah SWT, yang berpahala besar, membuka jalan keberkahan, dan bahkan seluruh makhluk akan mendoakan kebaikan bagi yang mengajarkan ilmu, sebagaimana sabda Nabi dan nasihat para ulama. Sebagaimana Hadits: “Barangsiapa memuliakan orang berilmu (guru), maka sungguh ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memulikan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barangsiapa memuliakan Allah, maka tempatnya di surga”.

Muhofir juga menambahkan bahwa Syarat mencari ilmu Adalah Cerdas, Punya cita-cita yang tinggi, mampu menahan diri, harus ada bekal,  dan dalam mencari ilmu harus ada guru.

Selain itu murid tidak boleh membully temannya karena pembulian yang dilakukan dengan ucapan atau tindakan akan kembali ke yang mengucapkan dan melakukan. Kegiatan ini semakin mendapat respon positif warga sekolah saat KH. Mudhofir juga memberikan hadiah kepada yang bisa menjawab pertanyaannya.

Ia juga menyampaikan pentingnya spirit Isra’ Mi’raj yang mampu mengukur capaian keimanan secara holistik. Pesannya di akhir tausiyahnya bahwa kalau kita ingin mewujudkan generasi yang taat menjalan salat 5 waktu sebagaimana diperintahkan kepada Rasulullah SAW.

Hadepe – R. Tri Yudi Sulistyo, S.S., M.Pd.