blank
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tsamrotul Huda Kecapi, Jepara, menorehkan catatan sejarah panjang dengan memperingati hari lahirnya yang ke-89. Foto: SH

JEPARA (SUARABARU.ID) – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tsamrotul Huda Kecapi, Jepara, menorehkan catatan sejarah panjang dengan memperingati hari lahirnya yang ke-89. Usia yang nyaris satu abad ini tidak sekadar menjadi penanda perjalanan waktu, tetapi juga menjadi bukti nyata konsistensi pengabdian Tsamrotul Huda dalam dunia pendidikan Islam.

Peringatan ini sekaligus menandai 89 tahun Tsamrotul Huda sebagai embrio lahirnya berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Faqih Jepara.

MI Tsamrotul Huda yang didirikan K.H. Abdullah Faqih pada tahun 1937 dikenal sebagai cikal bakal berdirinya lembaga-lembaga pendidikan lain yang kini tumbuh dan berkembang pesat. Hingga saat ini, YPI Al-Faqih Jepara mengelola sepuluh lembaga pendidikan yang meliputi PAUD Junior Tsamrotul Huda, RA Tsamrotul Huda, MI Tsamrotul Huda, MTs Tsamrotul Huda, SMK Islam Tsamrotul Huda, Madin Tsamrotul Huda 1 dan 2, serta TPQ Tsamrotul Huda 1, 2, dan 3. Seluruh lembaga tersebut lahir dari rahim sejarah panjang MI Tsamrotul Huda sebagai fondasi awal pendidikan Islam di kawasan Kecapi dan sekitarnya.

blank
Bantuan pertama diserahkan oleh Kepala SMK Islam Tsamrotul Huda, Sri Hidayati, S.Sos., M.Pd., Foto: SH

Puncak peringatan Harlah ke-89 MI Tsamrotul Huda dilaksanakan pada Sabtu, 16 Januari 2026. Momentum ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W. Rangkaian acara berlangsung khidmat, sarat nuansa spiritual, serta memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan antarwarga madrasah dan yayasan.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil massal yang diikuti oleh seluruh keluarga besar MI Tsamrotul Huda dan YPI Al-Faqih. Suasana religius menyelimuti lingkungan madrasah, mengiringi doa-doa yang dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang lembaga serta harapan akan keberkahan di masa mendatang. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Isra’ Mi’raj yang dikhususkan bagi para siswa MI Tsamrotul Huda, sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad S.A.W. sejak usia dini.

blank
Bantuan kedua diserahkan oleh Kepala MI Tsamrotul Huda, Sri Weni, M.Pd

Rangkaian kegiatan religius semakin lengkap dengan pelaksanaan khatmil Qur’an yang digelar secara serentak di tujuh ruang kelas. Setiap kelas dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca dengan penuh kekhusyukan oleh hafidz dan hafidzah. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen MI Tsamrotul Huda dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh pendidikan dan pedoman pembentukan karakter peserta didik. Acara kemudian ditutup dengan tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas usia madrasah yang ke-89.

Dalam sambutannya, Kepala MI Tsamrotul Huda, Sri Weni, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga MI Tsamrotul Huda tetap eksis hingga usia yang ke-89. Ia menegaskan bahwa perjalanan panjang madrasah tidak terlepas dari peran serta yayasan, para guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar.

Usia 89 tahun ini adalah usia yang tidak singkat. Ini merupakan hasil dari kerja bersama, keikhlasan, dan pengabdian panjang dari para pendahulu, guru, dan seluruh jajaran yang terus membersamai MI Tsamrotul Huda. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru dan staf yang telah mendarmabaktikan dirinya dengan penuh dedikasi. Ke depan, Sri Weni berharap MI Tsamrotul Huda dapat terus berkembang menjadi madrasah yang bermanfaat, unggul, dan menjadi pilihan utama masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua YPI Al-Faqih Jepara, Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 89 tahun MI Tsamrotul Huda. Menurutnya, usia yang matang ini harus menjadi pijakan kuat untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing madrasah.

“Kami berharap MI Tsamrotul Huda dan seluruh lembaga di bawah YPI Al-Faqih dapat menjadi lembaga yang unggul, berdaya saing, dan semakin diminati masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa harapan tersebut bukan hanya untuk MI Tsamrotul Huda, tetapi juga untuk seluruh lembaga yang berada di bawah naungan yayasan.

Dalam sambutannya, Ketua YPI Al-Faqih turut menyampaikan harapan besar dalam rangka menyongsong 90 tahun Tsamrotul Huda pada tahun 2027. Momentum satu dekade menuju satu abad tersebut diharapkan menjadi titik tolak penguatan kualitas, tata kelola, serta inovasi di semua lembaga. Pada kesempatan yang sama, ia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah guru dan tenaga kependidikan yang telah mengabdikan diri lebih dari 20 tahun di MI Tsamrotul Huda sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan pengabdian mereka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus mauidloh hasanah yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina YPI Al-Faqih Jepara, Prof. Dr. K.H. Fathul Mufid, M.S.I. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa usia 89 tahun merupakan usia yang menuntut kesiapan madrasah untuk terus berinovasi agar tetap mampu bersaing di tengah maraknya lembaga pendidikan lain.

Ia  juga berpesan agar seluruh tenaga pendidik dan kependidikan mengedepankan nilai keikhlasan, fokus dalam pengabdian, serta terus bersikap inovatif. Selain itu, Prof. Fathul Mufid menekankan pentingnya pengelolaan lembaga yang baik, tertib, dan menarik, serta manajemen kepemimpinan yang kuat. Ia mengingatkan para pimpinan lembaga agar tidak lemah dalam tiga hal utama, yakni manajemen, administrasi, dan regulasi.

Dalam mauidlohnya, Prof. Fathul Mufid mengaitkan peristiwa Isra’ Mi’raj dengan representasi keteladanan dalam pendidikan. Ia mengulas pertemuan Nabi Muhammad S.A.W. dengan para nabi di setiap lapisan langit sebagai simbol representasi berbagai bidang kehidupan. Nabi Adam di langit pertama merepresentasikan dunia pertanian dan peternakan, Nabi Isa di langit kedua sebagai representasi dunia medis, Nabi Yusuf di langit ketiga sebagai simbol ekonomi, Nabi Idris di langit keempat mewakili dunia teknokrat, Nabi Harun di langit kelima sebagai representasi diplomasi dan hubungan internasional, Nabi Musa di langit keenam melambangkan dunia militer, dan Nabi Ibrahim di langit ketujuh sebagai representasi dunia pendidikan.

“Dari sini kita belajar bahwa apapun profesinya, pendidikan adalah pondasi utama. Pendidikan menjadi kunci untuk mencetak generasi terbaik yang mampu menguasai berbagai bidang kehidupan,” tegasnya. Pesan tersebut menjadi penguatan visi Tsamrotul Huda dalam menyiapkan generasi yang berkarakter, berilmu, dan berdaya saing.

Setelah rangkaian acara tasyakuran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan untuk korban bencana tanah longsor di Desa Tempur. Bantuan tersebut merupakan hasil kontribusi dari seluruh lembaga di bawah naungan YPI Al-Faqih Jepara. Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua YPI Al-Faqih dengan menggunakan dua kendaraan. Bantuan pertama diserahkan oleh Kepala SMK Islam Tsamrotul Huda, Sri Hidayati, S.Sos., M.Pd., dan bantuan kedua diserahkan oleh Kepala MI Tsamrotul Huda, Sri Weni, M.Pd.

 

Aksi sosial ini menjadi penegasan bahwa Tsamrotul Huda tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kemanusiaan. Pada usia ke-89 ini, Tsamrotul Huda meneguhkan jejak pengabdiannya, sembari menatap masa depan dengan optimisme menuju satu abad pengabdian untuk umat dan bangsa.

 

Hadepe – Sri Hidayati Kepala SMK Islam Tsamrotul Huda Tahunan