
“Ini merupakan pengalaman kedua kami tampil di venue yang sama, sehingga kami sudah memahami kondisi lokasi dan dapat mempersiapkan penampilan dengan lebih matang,” jelasnya.
Dikatakan, pemilihan repertoar dilakukan dengan mempertimbangkan karakter dan capaian Voice of SWCU. Satu lagu dipilih sebagai karya klasik dengan tingkat kesulitan tinggi, sementara satu lagu lainnya bersifat lebih komunikatif dan menghibur. Hal ini sekaligus menunjukkan bobot musikal Voice of SWCU dan UKSW.
Ketua Panitia, Febry H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech (Man), menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta penampilan Voice of SWCU. Ia menilai dukungan penuh UKSW dan kualitas penampilan paduan suara mahasiswa ini turut menyempurnakan jalannya ibadah Natal bersama tiga kementerian.
Dari sisi mahasiswa, Albert Stefanus Waruwu, anggota Voice of SWCU, mengungkapkan rasa sukacitanya dapat kembali terlibat dalam kegiatan ini. “Ini menjadi pengalaman kedua saya bersama Voice of SWCU mengisi perayaan Natal di tingkat kementerian. Rasanya tetap membanggakan dan menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Nadia Putri Nastiti, anggota Voice of SWCU lainnya, yang merasa bangga dapat tampil di hadapan para pimpinan kementerian. “Kami bersyukur bisa mempersembahkan penampilan terbaik dengan penuh sukacita di hadapan tiga menteri,” ujarnya.
Keikutsertaan Voice of SWCU dalam kegiatan ini menegaskan peran aktif UKSW dalam kontribusi seni musik di ruang publik nasional, sekaligus memperluas pengalaman mahasiswa dalam panggung pelayanan, kebudayaan, dan pengabdian melalui talenta yang dimiliki.
Keterlibatan Voice of SWCU dalam kegiatan Natal dan tahun baru di lingkungan tiga kementerian menjadi bukti wujud komitmen UKSW dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya No 4, yaitu pendidikan berkualitas dan mendukung program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak.
Ning S













