Tercatat, sekitar 10 sepeda motor sempat mengisi Pertalite pada pagi hari sebelum penjualan dihentikan. Pihak SPBU menyatakan siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab SPBU. Kami akan melakukan penanganan dan pembersihan kendaraan pelanggan yang terdampak,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Atok Darmo Broto, menegaskan bahwa pihak SPBU telah mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Sudah jelas bahwa pihak SPBU mengakui ada kesalahan dari mereka sendiri. Untuk sementara SPBU akan ditutup sampai dilakukan pembersihan dan menunggu petugas dari Pertamina,” ujarnya.
Atok juga menekankan bahwa permasalahan tersebut bukan berasal dari pihak Pertamina.
“Pengakuan kesalahan berasal dari pihak SPBU, bukan dari Pertamina. Sebelum pengiriman, BBM dari Pertamina sudah melalui proses pengecekan dan pengukuran. Pengiriman dinyatakan dalam kondisi baik,” tegasnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pengelola SPBU agar lebih berhati-hati ke depan dan meningkatkan pengawasan, terutama di musim hujan.
Ali Bustomi













