Saat dikonfirmasi secara terpisah, baik Anis Hidayat maupun Irwansyah sama-sama enggan memberikan komentar terkait molornya Musda. Keduanya juga tidak mengakui adanya polemik maupun rivalitas dalam proses pencalonan ketua yang disebut-sebut menjadi penyebab tertundanya Musda.

Menurut sumber internal partai, rivalitas dua figur tersebut membuat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) maupun DPD I Partai Golkar belum memberikan restu pelaksanaan Musda di Kudus. Musda dikabarkan baru bisa digelar jika telah tercapai kesepakatan internal mengenai figur yang akan dipilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kudus.

“Informasinya Musda baru bisa digelar jika sudah ada kesepakatan siapa yang akan dipilih nanti,” ujar seorang sumber dari internal Partai Golkar Kudus.

Hingga kini, kader dan simpatisan Partai Golkar Kudus masih menunggu kepastian jadwal Musda yang akan menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi partai ke depan. Ketidakjelasan waktu pelaksanaan Musda ini dinilai berpotensi menghambat agenda konsolidasi internal partai di tingkat daerah.

“Sebagai kader, tentunya kami berharap segera ada titik temu sehingga Musda Partai Golkar Kudus bisa segera terlaksana,”kata Susanto, salah satu pengurus DPD Partai Golkar Kudus yang juga anggota DPRD Kudus.

Ali Bustomi