blank
Briefing oleh Danramil Semarang Tengah Mayor Inf Sugiyarto sebelum melaksanakan kerja bakti resik-resik sungai. Foto: R. Widiyartono

Dan, hari Jumat 28 November 2025, kegiatan ini bsia dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak dengan dimotori Koramil Semarang Tengah.

“Karena bila sungai bersih, terawat dan menjadi indah makan bisa menjadi destinasi wisata. Dengan adanya keramaian pasti ada dampaknya pada perekonomian warga sekitar,” ujar M Fachri.

Pastor Paroki Kebondalem Romo Yustinus Slamet Witokaryono sangat mendukung kegiatan ini. Maka, umat Gereja Katolik Paroki Kabondalem pun dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Kami menyiapkan cairan ecoenzym untuk dicurahkan di aliran Sungai. Manfaat ecoenzym ini untuk membersihkan air dari limbah organik, menjernihkannya, dan mengurangi bau,” ujar pastor yang akrab disapa Romo Wito ini.

Cairan ecoenzym ini dibuat oleh umat warga Paroki Kebondalem dan bahan organik. Dan, untuk kegiatan Resik-Resik Sungai ini, pihaknya menyiapkan cairan ecoenzym yang dikemas dalam botol.

Membersihkan sungai, kata Romo Wito, merupakan upaya untuk menjaga keutuhan ciptaan Tuhan, dan itu bagian dari pastoral gereja.

Pihaknya juga pernah melakukan kegiatan memancing massal di aliran Kali Semarang ini. “Kami tebarkan ikan lele, dan kegiatan ini diikuti ratusan pemancing. Ikan hasil pancingan boleh langsungt dibawa pulang. Ini merupakan bagian dari cara-cara agar warga mencintai sungai. Bahwa bila sungai bersih, biota yang ada pun berkembang termasuk ikan yang basa dikonsumsi,” kata Romo Wito.

blank
Warga di sekitar aliran kali Semarang turun serta kerja bakti membersihkan Jalan Inspeksi di kiri-kanan aliran sungai. Foto: R. Widiyartono

Dia juga berharap, kelak aliran Sungai Semarang bsia menjadi destinasi wisata, yang dampaknya akan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Hanya diakuinya, Sungai yang dangkal menjadikan sampah terserak di sepanjang alirannya.

“Kalau seandainya ada semacam bendungan, maka permukaan air naik, dan sampah akan mengumpul di sana, sehingga mudah untuk mengumpulkan dan membersihkannya,” ujar Romo Wito.

R. Widiyartono