blank
Pasangan Ganda Putra SMPN 42 Semarang saat beraksi. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tuan rumah Semarang hanya meloloskan satu wakilnya, SMPN 42, di babak semifinal Hydroplus Junior Badminton Championship Antar-SMP, yang digelar di GOR Polytron Stadium, Undip, Semarang, Jumat-Minggu (14-16/11/2025).

Pada laga semi final yang dijadwalkan berlangsung Minggu (16/11/2025), mulai pukul 10.00 WIB, sekolah yang berlokasi di Jalan Klipang Raya Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang itu, akan menantang SMP 30 Depok, Jawa Barat. Adapun semifinalis lainnya, akan bertemu MTsN 7 Sragen dengan SMPN 15 Surakarta.

Wakil SMPN 42 Semarang, seolah-olah menjadi representasi tuan rumah, karena berasal dari kecamatan yang sama dengan GOR Polytron, yakni Kecamatan Tembalang. Satu lagi, sekolah dari wilayah itu, SMP Al Azhar 14, sudah gugur pada babak 16 Besar, setelah dikalahkan SMPN 15 Surakarta 0-2.

BACA JUGA: Teladani Perjuangan Gus Dur, PKB Jepara Gelar Tasyakuran Penganugerahan Pahlawan Nasional

Para pebulutangkis SMPN 42 lolos ke semifinal, usai menang atas MTsN 3 Sleman 2-0. Lalu SMPN 30 Depok menang atas lawannya SMP Masehi 2-0. Demikian juga dengan MTsN 7 Sragen menang 2-0 atas SMPN 1 Ungaran. Sedangkan SMPN 15 Surakarta mengalahkan SMPN 21 Semarang lewat pertarungan ketat 2-1.

Ketua Panitia Daryadi menyebut, pertandingan semifinal dan final, diperkirakan akan berjalan ketat. Sebab, keempat tim yang lolos sudah terbukti mampu mengalahkan lawan-lawannya, karena memiliki materi pemain berkualitas.

”Mulai babak 16 Besar yang berlangsung dengan sistem gugur, sudah terlihat mereka sebagai tim bagus. Hampir semua tim menampilkan pemain yang memadai, sehingga sangat kompetitif,” katanya.

BACA JUGA: Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 Lebih Bergengsi dengan Kehadiran Pelari Olimpiade

Event yang baru kali pertama digelar itu, diikuti 24 peserta, yang dibagi dalam delapan grup, masing-masing tiga tim. Mereka bermain dua kali, sehingga setiap pemain bisa tampil pada babak penyisihan grup, yang memainkan tiga kategori, Tunggal, Ganda dan Ganda campuran.

”Jadi tidak ada pemain yang sia-sia datang, kemudian tidak bermain. Sebab, tiga kategori dimainkan, sehingga seorang pemain minimal dua kali bertanding. Sedangkan pada babak gugur, Ketika satu tim sudah unggul 2-0, maka partai ketiga ditiadakan,” paparnya.

Riyan