WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Tim Satgas Pengendalian Harga Beras melaksanakan kegiatan pengecekan harga dan ketersediaan beras di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan harga beras tetap stabil serta menjamin stok beras yang cukup bagi kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan terdiri dari Koordinator Satgas Pengendalian Harga Beras Polda Jawa Tengah, personel Polres Wonosobo, DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Wonosobo.
Selain itu, pemantauan harga beras juga melibatkan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo dan pihak Bulog setempat.
Tim turun langsung menyambangi sejumlah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Stok Cukup

Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa stok beras di pasaran masih mencukupi dan tidak ditemukan adanya harga yang melebihi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kabid Ketahanan Pangan Dispaperkan Wonosobo, Etika Hayati menyampaikan hasil pemantauan menunjukkan kondisi harga beras di Wonosobo masih sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.
“Berdasarkan pengecekan di lapangan, harga beras premium berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.900 per kilogram, sedangkan untuk beras jenis SPHP dijual sekitar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram,” jelasnya.
Tim Satgas Pengendalian Harga Beras merekomendasikan agar kegiatan pemantauan dilakukan secara rutin untuk menjaga kestabilan harga, memastikan ketersediaan stok, serta menjamin agar harga beras tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat respons positif dari para pedagang maupun masyarakat setempat.
Muharno Zarka













