blank
Florian Wirtz. Foto: dok/instagram

blankOleh: Amir Machmud NS

// terbebanikah dia/ oleh banderol harga tinggi/ atau karena masalah adaptasi?/ liga yang berbeda/ atmosfer yang tak sama/ oo, dunia tak boleh kehilangan/ di mana pun dia berada/ ayo, tersenyumlah Florian Wirtz…//
(Sajak “Beban Florian Wirtz”, 2025)

SENYUM mulai menebar di wajah Florian Wirtz. Dua assist dia kontribusikan untuk gol-gol Cody Gakpo dan Dominic Sloboszlai dalam kemenangan 5-1 Liverpool atas Eintracht Frankfurt dalam laga Liga Champions, Kamis dinihari lalu.

Setidak-tidaknya, ini menjadi jawaban setelah dia didiskusikan panjang-lebar oleh para pandit: mengapa “mejan” dalam sejumlah laga Liverpool. Dia bahkan sempat diberi julukan “agen 007”, sindiran menyedihkan bahwa dalam tujuh pertandingan dia masih nir gol dan nir assist.

Gelandang serang Liverpool yang didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan banderol Rp 2,5 triliun itu sempat memecahkan rekor Liga Primer, sebelum diperbarui oleh Alexender Isak dengan Rp 2,8 triliun ketika diboyong dari Newcastle United.

Publik Anfield diliputi harapan besar: bakal muncul cahaya baru yang berkilau dari penampilan Wirtz. Pemain 22 tahun itu diperkirakan bakal makin menyolidkan Liverpool dengan skema ideal yang nyaris tanpa celah.

Realitasnya, predikat 007 itu harus dia hadapi, dalam tujuh laga sejak berkostum The Reds, belum mengontribusikan apa pun. Performanya dianggap rata-rata. Apakah karena terbebani oleh harga transfer, atau tak cukup siap beradaptasi dengan Liga Primer yang menuntut fisik lebih keras, beda atmosfer dari Bundesliga?

Tujuh partai tanpa peran menonjol jelas memprihatinkan bagi Wirtz, salah satu bakat terbesar Jerman. Bersama talenta muda Jerman lainnya, Jamal Musiala, Florian Wirtz menyedot parhatian dunia. Jamal sedang dalam proses pemulihan cedera lantaran bertabrakan dengan kiper Paris St Germain (waktu itu) Gianluigi Donnarumma yang kini memperkuat Manchester City.

Pekan lalu, Wirtz tentu menambah beban psikologis bagi dirinya sendiri ketika diturunkan sebagai pengganti, bermain hanya 28 menit ketika menghadapi Manchester United. Tekanan yang bertambah berat, mengingat performa Liverpool yang sedang buruk hingga pekan kedelapan liga. The Reds kalah 1-2 di kandang sendiri.

Akhirnya, momen untuk menunjukkan siapa Wirtz sebenarnya diperlihatkan dalam laga melawan Eintracht Frankfurt. Di Stadion Deutsche Bank Park, dia tampil dengan penuh konfidensi, memberi dua umpan berujung gol kepada Gakpo dan Szoboszlai. Bahkan, dia berkesempatan mencetak gol pertamanya, andai Mohamed Salah tidak “egois”: mau memberinya umpan pada pengujung pertandingan.

Melengkapi Puzzle
Di Liverpool, Wirtz diproyeksikan untuk melengkapi puzzle bintang yang disusun oleh sang arsitek, Arne Slot. Namun, sejauh ini, dalam amatan legenda Manchester United Wayne Rooney, pengidola Lionel Messi itu justru mengganggu keseimbangan tim (detik.com, 30 September 2025).

Rooney menilai Wirtz justru bagai duri dalam daging di skuad The Reds. “Ini sulit baginya. Saya rasa itu tidak dapat disangkal, dan dia akan mencari tahu sendiri untuk mencoba memperbaikinya,” kata Rooney dalam wawancara dengan Sport Bible.

Musim ini, Liverpool melengkapi lini depan yang benar-benar baru, dan tentu semua ingin bermain bagus. “Mereka bersaing untuk masuk ke tim, dan saya pikir Wirtz mungkin tidak bermain sebaik itu, tetapi dia memiliki banyak kemampuan”.

“Saya akan memilih (Hugo) Ekitike dan (Alexander) Isak. Saya pikir Wirtz justru merusak keseimbangan permainan Liverpool, tetapi dia pemain top, dan saya yakin dia akan semakin baik,” jelasnya.

Wirtz sempat memberi assist dalam laga Community Shield melawan Crystal Palace, ketika Liverpool kalah adu penalti 2-3. Dia belum mengontribusikan gol di liga, dan dikritik karena bermain terlalu dalam.

Legenda The Reds asal Jerman, Dietmar Hamann sebelumnya menyatakan, kualitas Wirtz tak perlu diragukan, tetapi masalah adaptasi menjadi kunci. “Dia belum nyetel. Jelas biaya transfer dia sangat besar, tetapi saya rasa dia adalah pemain luar biasa, pemain tangguh,” ujarnya kepada Sports Mole (liputan6.com, 11 September 2025).

Hamann mengingatkan agar Wirtz segera bangkit. “Saya sama sekali tidak ragu bahwa dia akan sukses di Inggris, tetapi dia harus matang dengan cepat. Permainan di sini berbeda. Di sini segalanya lebih cepat, lebih menuntut fisik, dan dalam empat performa sejauh ini, bisa dibilang dia hanya rata-rata,” tegasnya.

Situasi tentu semakin rumit bagi Wirtz dengan kembalinya beberapa pemain kunci Liverpool dari cedera. Persaingan di lini tengah dan lini depan kian ketat, membuat posisi Wirtz bisa saja terancam jika dia tidak segera menunjukkan kualitas terbaiknya.

Pusat Harapan
Bersama Viktor Gyokeres (Arsenal), dan Alexander Isak, Florian Wirtz menjadi buruan utama dalam bursa transfer musim ini. Tentu banyak yang membayangkan, dia bakal menjadi pusat orkestrasi Liverpool, seperti yang dia perankan di Bayer Leverkusen. Bayern Muenchen kalah dari Liverpool dalam perburuan tanda tangan Wirtz.

Gyokeres sempat mengalami situasi yang sama seperti Wirtz, belum memperlihatkan kemenonjolan peran sebagai pembeda dalam permainan Arsenal, walaupun perlahan tapi pasti pemain asal Swedia itu mulai bangkit dalam laga Liga Champions melawan Atletico Madrid yang dimenangi Arsenal 4-0.

Sedangkan Isak, yang didatangkan dari Newcastle United juga dengan banderol tinggi, bahkan lebih tinggi dari Wirtz juga menghadapi kondisi serupa. Belum memperlihatan ketajaman seperti yang diharapkan klub dan fans.

Di klub lain, harapan juga dibuncahkan seperti itu. Manchester United menaruh asa besar kepada Benjamin Sesko untuk mempertajam lini depan bersama Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha. Bandingkan dengan klub Liga Seri A, Napoli yang tampaknya menemukan keberhasilan dalam menyusun puzzle. Kevin de Bruyne langsung memperlihatkan kualitasnya sebagai pemberi assist, dan Rasmus Hojlund dimanjakan oleh “layanannya”. Absennya Romelu Lukaku yang menepi karena cedera pun bisa tergantikan oleh kehadiran Hojlund yang “terbuang” dari Manchester United.

Keping puzzle yang pas juga dirasakan oleh Everton. Sang pelatih, David Moyes benar-benar menemukan berkah dengan kehadiran Jack Grealish yang dipinjam dari Manchester City. Grealish yang bagai terbuang dari The Citizens, kini menjadi sosok penting bagi Everton.

Lalu mengapa Florian Wirtz kesulitan nyetel dengan puzzle lain yang disusun oleh Arne Slot? Penilaian Wayne Rooney tidak salah: sejauh ini Wirtz masih mengganggu keseimbangan skema The The Reds. Analisis Dietmar Hammann juga tidak keliru, bahwa adaptasi Wirtz dengan karakter Liga Primer belum tuntas.

Menurut saya, terasa tergesa-gesa jika memvonis Viktor Gyokeres dan Florian Wirtz sebagai pembelian flop di Arsenal dan Liverpool. Akan ada saat Gyokeres sangat membantu Arsenal, dan Wirtz benar-benar menjadi pusat mesin bagi permainan Liverpool. Tetapi tentu adaptasi itu punya batas untuk disimpulkan sebagai sukses atau gagal.

Kasper Hjulmand, pelatih Bayer Leverkusen menilai, Florian Wirtz menghadapi ekspektasi tidak logis di Liverpool. Menurut dia, mustahil ada pemain yang langsung tokcer sejak hari pertama setelah pindah ke klub dan liga yang baru (detik.com, 15 Oktober-2025).

“Ayolah, dia kan baru datang di sana,” ucap pelatih asal Denmark itu kepada Sport Bild. “Percayalah, dia akan membuktikan diri kepada semua orang. Bahkan kepada para ahli di Inggris. Saya yakin”.

Hjulmand menilai, Florian adalah pemain dengan kualitas luar biasa. “Kita semua tahu seberapa cepat segalanya di dalam sepak bola. Kalau dia mencetak dua gol bagus di dalam dua pertandingan berikutnya, orang-orang akan bilang, ’Sekarang dia sudah datang’. Itu akan sama kelirunya dengan kritik baru-baru ini”.

Jadi, waktukah yang tampaknya akan memaparkan realitas? Setidak-tidaknya, wajah Florian Wirtz sudah mulai mengaurakan senyum konfidensi…

Amir Machmud NS; wartawan Suarabaru.Id