Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, semalam, mengabarkan, Kabupaten Wonogiri masuk dalam peringkat Ke-9 di Indonesia, dalam ajang UI Green City Metric Ranking 2025.
Berkaitan dengan prestasi Wonogiri yang prestisius tersebut, Pemkab Wonogiri mendapatkan anugerah penghargaan yang diterimakan langsung kepada Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Penerimaan anugerah penghargaan digelar di Hotel Grand Mercure, Kota Madiun, Jawa Timur. Di Indonesia, hanya ada sebanyak 16 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.
Pemkab Wonogiri, kembali meraih penghargaan dengan penilaian yang mencakup enam kategori utama Yakni mengenai penataan ruang dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, tata kelola sampah dan limbah, tata kelola air, akses dan mobilitas dan tata pamong atau governance.
Prestasi tingkat nasional kali ini bernilai istimewa, karena menjadi kali ketiga bagi Pemkab Wonogiri menerima penghargaan dari UI Green City Metric. Ini menunjukkan konsistensi dan kesungguhan Pemkab Wonogiri, dalam mendorong pembangunan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menyatakan, penghargaan itu adalah capaian kolektif dari seluruh pihak. Hasil dari kerjasama antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bersama masyarakat Wonogiri. Utamanya dalam ikut serta dan berperan aktif dalam mendukung program pemerintah.
Kabupaten Wonogiri, tandas Bupati Setyo, masuk 10 besar di tingkat nasional. ”Berada di peringkat sembilan,” jelasnya. Tentu saja, ini menjadi prestasi yang membanggakan. ”Tapi juga menjadi tantangan untuk meningkatkan lagi capaian di tahun depan,” terangnya.
Berkaitan itu, kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan di seluruh bidang akan makin dioptimalkan. Pemkab Wonogiri, di tahun depan menargetkan adanya peningkatan dalam capaian peringkat di tingkat nasional. “Seluruh aspek, akan kita kembangkan. Meski kita punya keterbatasan, kita akan coba kembangkan untuk lebih baik lagi,” tandas Bupati Setyo Sukarno.
UI Green Metric merupakan inisiatif unggulan dari Universitas Indonesia (UI), yang telah diakui secara global sebagai alat ukur keberlanjutan kampus di seluruh dunia. Sejak Tahun 2022, UI Green Metric memperluas jangkauannya dengan meluncurkan UI Green City Metric. Yakni sebuah pemeringkatan, yang secara khusus mengukur tingkat keberlanjutan kabupaten/kota di Indonesia.
Pada tahun pertama pelaksanaannya (2022), pemeringkatan ini melibatkan 29 kabupaten/kota. Jumlah tersebut meningkat menjadi 58 partisipan pada Tahun 2023, dan bertambah lagi menjadi 64 kabupaten/kota dari 23 provinsi pada Tahun 2024.
Berikut pada Tahun 2025, meningkat menjadi 71 Kabupaten/kota dan 25 Provinsi. Peningkatan jumlah peserta ini, mencerminkan semakin banyaknya daerah yang berkomitmen dalam mengimplementasikan kebijakan ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
UI Green City Metric, menjadi salah satu instrumen penting bagi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyusun kebijakan berbasis data, yang mendukung terciptanya lingkungan hijau, bersih, serta berkelanjutan. Dengan capaian prestisius ini, Kabupaten Wonogiri semakin mengukuhkan diri sebagai daerah yang konsisten membangun dengan visi berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan.(Bambang Pur)













