blank
Bupati Grengseng Pamuji (kiri) memberikan keterangan pers, Jumat (3/10/25). Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Bupati Grengseng Pamuji menyatakan akan berpihak pada warga yang kurang mampu, skala prioritasnya desil 1 dan 2 (kelompok warga paling tidak mampu). Skala prioritasnya menambah pendapatan dan mengurangi beban.

Dia mengatakan hal itu ketika bertemu wartawan di rumah dinasnya, Jumat (3/10/25) petang. Penjelasan Grengseng Pamuji itu terkait program Verifikasi Data Kemiskinan (VDK) untuk memperbarui dan memvalidasi data kemiskinan yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN) setempat.

Menurut dia, untuk merealisasikan menambah pendapatan warga, masih butuh waktu. Tidak mungkin memberi uang setiap hari atau setiap bulan. Harus ada program yang bisa dilaksanakan.

Dikatakan, beban utama bagi orang miskin adalah sakit dan pendidikan. “Orang sakit, biaya pengobatannya dicover oleh pemerintah, yang pendidikan kami bantu operasionalnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama dia sebutkan, kini Pemkab sudah membantu 50 persen lebih, biaya kehidupan warga tidak mampu. Diberikan contoh, warga miskin yang sakit, kalau dirawat di RSUD setempat gratis biaya. Contoh lain, biaya masuk sekolah SD dan SMP gratis. Untuk masuk SLTA akan berkolaborasi dengan Pemprov Jateng.

“Kalau masuk SD, SMP, SMA, di Magelang gratis, beban orang miskin berkurang apa tidak,” tanya dia.

Kendala lain, ada anak tidak mau bersekolah karena teman-temannya naik sepeda motor. Sementara motornya digunakan bapaknya untuk bekerja. Kini ada angkutan pelajar yang disubsidi Pemkab.

Maka, lanjutnya, ketika seragam sekolah sudah dibantu, angkutan pelajar sudah disediakan, untuk makan ada program MBG, terus kenapa tidak mau bersekolah. Mantan anggota DPRD Kabupaten Magelang itu mendorong seluruh warga setempat untuk bersekolah. “Pasca lulus SLTA ada program pemuda berprestasi,” imbuhnya.

Menurutnya, melawan kemiskinan tidak bisa sepotong sepotong. Tetapi berkelanjutan dan satu program konkretnya adalah pendidikan.

Dipaparkan juga, saat ini masih cukup banyak warga yang rumahnya belum dilengkapi listrik. Dia berjanji dalam waktu dekat akan dipasang listrik. “Semoga akhir tahun ini bisa selesai,” harapnya.

Eko Priyono