blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Ketua DPRD Saman Halim Nurrohman dan Forkompimda serta Kepala Pelaksana BPBD Udy Cahyono pada Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana dan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) di Alun-alun setempat, Kamis 2/10.(Foto:SB/Kominfo).

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Menindaklanjuti peringatan dini BMKG mengenai datangnya musim hujan 2025/2026 lebih awal, Pemerintah Kabupaten Kebumen merespons dengan menggekar apel siaga bencana

Potensi bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir di dataran rendah hingga ancaman tanah longsor di perbukitan, mendesak semua pihak untuk siaga.

Guna memastikan kesiapan menghadapi ancaman tersebut, Pemkab Kebumen bersama jajaran Polri dan TNI serta elemen masyarakat menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana dan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling).

Apel berlangsung di Alun-alun Pancasila, Kamis (2/10) 2025 ini menjadi penanda dimulainya upaya kolaboratif untuk mitigasi dan respons bencana.

Apel dihadiri Bupati Lilis Nuryani, Ketua DPRD Saman Halim Nurrrohman, Kapolres AKBP Eka Baasith, Dandim 0709 Letkol Arm Purba Sudibyo, Kajari Endi Sulistiyo, Sekda Edi Rianto, Kepala Pelaksana BPBD Udy Cahyono, dan pimpinan OPD lainnya.

 

blank
Kaolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri bersama Bupati Lilis Nuryani dan Forkompimda menyalami peserta Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana dan Satuan Keamanan Lingkungan, Kamis 2/10.(Foto:SB/Kominfo)

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri bertindak sebagai pembina Apel. Dala amanatnya Kapolres menyoroti adanya peningkatan curah hujan yang menandakan peralihan musim.

“Saat ini kondisi cuaca di wilayah Kebumen terdapat peningkatan curah hujan, yang jika tidak diantisipasi dengan baik berpotensi menimbulkan bencana meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga lonjakan kasus penyakit,”tandas Kapolres AKBP Eka Baasith.

Kapolres menekankan perlu peningkatan kesiapsiagaan dan sinergitas semua pihak untuk meminimalkan dampak bencana. Selain fokus pada bencana alam, Kapolres juga menyoroti pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Salah satu langkah nyata untuk menghadapi tantangan Kamtibmas yang kompleks adalah mengaktifkan kembali Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling). Kegiatan ini bukan sekadar ronda malam, tetapi juga bentuk kepedulian sosial, kebersamaan, serta gotong royong seluruh warga,”tambahnya.

Kapolres menginstruksikan beberapa hal penting, termasuk pelaksanaan mitigasi dan mapping bersama di wilayah rawan bencana, penyiapan personel SAR dan sarananya, serta penguatan koordinasi Tiga Pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Perangkat Desa) untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang turut hadir dalam apel, menggarisbawahi urgensi kesiapsiagaan sebagai tanggung jawab bersama.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai anggota masyarakat,”ujar Lilis Nuryani.

Bupati menyampaikan bahwa tujuan kesiapsiagaan adalah melindungi jiwa dan harta benda, meminimalkan kerusakan, serta mempercepat proses tanggap darurat dan pemulihan pasca-bencana.

Lilis juga mendorong masyarakat untuk mengambil langkah proaktif, seperti memperhatikan peta daerah rawan, mengenali jalur evakuasi, dan meningkatkan kerja sama antar komunitas, lembaga, dan relawan kebencanaan.

Apel dihadiri oleh unsur TNI-Polri, Damkar, Satpol-PP, BPBD, PMI, Dinkes, sukarelawan, dan berbagai ormas ini juga diisi dengan pengecekan perlengkapan sarana prasarana oleh Forkompimda, sebagai bentuk kesiapan teknis dalam penanganan darurat.

Komper Wardopo