JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam rangka membangun karakter siswa dan mensyiarkan ajaran agama, MTS-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan hari ini, Sabtu 6 September 2025 menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Kegiatan yang melibatkan ratusan siswa-siswi, Dewan guru dan Tenaga Kependidikan digelar di masjid Baitu Hidayatit Taqwa Petekeyan Jepara.
Hadir Kepala MTs Nahdlatul Fata H. Subekhan dan Kepala MA NU Nahdlatul Fata H. Nur Khandir. Bertindak sebagai pembicara K. Ghozi Abdul Rohman, Pengasuh Pondok Pesantren Salaf- Modern Nurul Huda Mantingan Jepara.

Mengambil tema, ” Meneladani Nabi sebagai Budaya Islami”, acara diawali dengan shalawat Nabi oleh grup hadlrah El Fata yang diikuti seluruh jamaah yang hadir pada acara tersebut. Rancak rebana dan calty menambah semangat bershalawat. Seluruh peserta duduk berbaris rapi dan khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dipandu Host Ines Naura Fauzia dan Kamila Sausa Nabila.

Nur Khandir, Kepala MA NU Nahdlatul Fata dalam sambutannya mengapresiasi kepada petugas kegiatan yang diisi oleh siswa-siswi, di antaranya pembaca Tilawatil Qur’an oleh Bilal Din Ali, Tahlil oleh Haris Husain, dan pembacaan Maulid Nabi dari grup Hadroh El Fata.
Lebih lanjut ia mengajak kepada siswa-siswi untuk meneladani Nabi baik Akhlaqnya maupun perjuangannya.

” Baginda Nabi Muhammad Saw. tidak hanya memberi nasihat, tetapi beliau memberi contoh secara langsung. Sejarah mencatat Nabi memimpin langsung peperangan 27 kali ( ghozwah) sedangkan 38 kali beliau tidak ikut berperang ( sariyah). Nabi berjuang tidak hanya jiwa raganya, tetapi juga harta bendanya digunakan untuk berjuang. Ini membuktikan bahwa perjuangan Nabi Muhammad Saw. secara totalitas, lahir batin, dengan jiwa dan harta. Inilah yang patut kita teladani dari beliau, Baginda Nabi Muhammad Saw. “, tutur H. Nur Khandir.

Ghozi Abdul Rohman yang didaulat menjadi pembicara berpesan agar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. menjadi momentum yang dapat menggugah semangat untuk menghidupkan sunnah- sunnah Nabi ( ihyaus sunnah), meneladani Nabi, baik dalam personality maupun kiprah dan perjuangannya.
“Mari kita terus belajar menguasai berbagai ilmu, baik ilmu umum maupun agama, karena hidup harus balance. Lanjutkan belajar kalian nanti, karena tugas kita adalah meneruskan dan mengembangkan ilmu yang diwariskan Nabi kepada para ulama. Nabi tidak mewariskan harta dan benda, tapi yang beliau wariskan adalah Ilmu. Oleh karena itu, kita berkewajiban menjaga warisan tersebut dan meneruskan pada generasi berikutnya.”, tegas Gus Ghozi.
Hadepe – Sub













