blank
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Grobogan, M Irfan, saat melihat langsung pelayanan konsultasi yang dibuka SDN 4 Purwodadi. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online tingkat sekolah dasar di Kabupaten Grobogan memasuki hari kedua dengan kondisi yang jauh lebih stabil.

Dinas Pendidikan Grobogan memastikan berbagai kendala teknis yang sempat muncul pada hari pertama telah berhasil diatasi sehingga proses pendaftaran calon murid baru berjalan lebih lancar.

Dinas Pendidikan Grobogan mencatat SPMB Online tahun ajaran 2026/2027 mulai menunjukkan performa sistem yang lebih baik dibandingkan hari pertama pelaksanaan.

BACA JUGA : Kemenkum Jateng Perkuat Akses Keadilan Melalui Sosialisasi Posbankum di Kabupaten Demak

Sejumlah persoalan yang sebelumnya dikeluhkan orang tua dan panitia sekolah kini telah mendapat penanganan sehingga tidak menghambat proses pendaftaran.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, M Irfan, menyebut kendala yang muncul pada hari kedua hanya terjadi pada sistem pemeringkatan dan berlangsung dalam waktu singkat.

Menurutnya, gangguan tersebut langsung ditangani oleh tim teknis sehingga data pemeringkatan kembali dapat dipantau oleh para orang tua calon murid.

“Siang ini tidak ada kendala. Kalau tadi pagi pada sistem pemeringkatan, yang usianya tua kan harusnya di atas, nah ini sudah dibetulkan dan sekarang lancar,” kata M Irfan saat meninjau pelaksanaan SPMB di SDN 4 Purwodadi, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, permasalahan yang terjadi pada hari pertama lebih banyak berkaitan dengan verifikasi data kependudukan dan asal sekolah calon peserta didik.

Selain itu, beberapa titik lokasi yang seharusnya masuk dalam wilayah domisili Purwodadi sempat tidak terbaca oleh sistem sehingga menimbulkan kebingungan bagi sejumlah pendaftar.

“Kemarin kendalanya di lokasi, misalnya di sekitar Pasar Induk Purwodadi, masih dalam ring Purwodadi tetapi tidak muncul. Tetapi sudah lancar,” jelasnya.

BACA JUGA : Menyambut Hari Bhayangkara, Menebar 1 Ton Benih Ikan di Waduk Gajah Mungkur

M Irfan menegaskan bahwa penerapan sistem online justru dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan.

Melalui sistem tersebut, orang tua tidak lagi diwajibkan datang langsung ke sekolah hanya untuk melakukan proses pendaftaran.

Mereka cukup mengakses platform yang tersedia dan mengisi data yang diperlukan dari rumah maupun lokasi lain yang memiliki jaringan internet.

“Sistem online ini justru lebih mudah ya. Lebih efisien online. Ini pertama kali dilaksanakan Dinas Pendidikan dan ada enam SD yang melaksanakannya, SDN 4, SDN 2, SDN 3, SDN 9, SDN 12 dan SDN 16 Purwodadi,” tambahnya.

Ia berharap seluruh tahapan penerimaan murid baru dapat berlangsung tanpa hambatan hingga pengumuman hasil seleksi nantinya.

Menurutnya, sistem digital tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga membantu panitia sekolah dalam mengelola data peserta secara lebih efektif.

“Ini sistemnya lebih aman, lebih mudah dan orang tua bisa daftar dari mana saja, bisa pagi, siang, sore dan tentunya tidak harus datang ke sekolah. Lebih bagus juga tim guru panitia SPMB juga tugasnya menjadi ringan,” ujarnya.

M Irfan menambahkan bahwa proses penentuan kelulusan calon murid baru sepenuhnya mengacu pada sistem yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang sekolah dasar, kuota terbesar diberikan melalui jalur domisili yang mencapai 85 persen dari total daya tampung sekolah.

Sementara kuota jalur afirmasi dan mutasi akan disesuaikan dengan jumlah pendaftar yang memenuhi syarat pada masing-masing kategori.

Apabila kuota afirmasi maupun mutasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota dapat dialihkan ke jalur domisili sesuai ketentuan yang berlaku.

“SPMB SD ini hanya berdasarkan tiga hal saja, domisili, afirmasi dan mutasi. Tidak ada jalur prestasi,” tambahnya.

Di sisi lain, SDN 4 Purwodadi menjadi salah satu sekolah yang melaksanakan sistem penerimaan secara online pada tahun ini.

BACA JUGA : Desalinasi Tenaga Surya UNDIP Pasok 20 Ribu Liter Air Minum/Hari di Nusakambangan

Kepala SDN 4 Purwodadi, Fera Andriana, mengungkapkan sekolahnya membuka dua rombongan belajar untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Masing-masing kelas akan diisi sebanyak 28 murid sehingga total daya tampung yang tersedia mencapai 56 peserta didik baru.

“Kita buka dua kelas, dengan rincian satu kelas diisi 28 orang. Total kami hanya menerima 56 murid baru di SPMB ini,” kata Fera.

Menurut Fera, penerapan sistem online sebenarnya memberikan banyak kemudahan dalam proses administrasi dan pemantauan data peserta.

blank
Kepala SDN 4 Purwodadi, Fera Andriana (kiri) saat memberikan penjelasan kepada Kabid Pembinaan SD M Irfan. Foto: Tya Widya.

Namun pada hari pertama pelaksanaan, masih banyak orang tua yang belum terbiasa menggunakan sistem baru tersebut sehingga membutuhkan pendampingan dari pihak sekolah.

“Kemarin di hari pertama, para orang tua bingung. Ada yang karena TK asalnya belum terverifikasi di sistem. Lebih banyaknya TK yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Alhamdulilah, sudah lancar sistemnya,” tambah dia.

Pada hari kedua pelaksanaan, sejumlah orang tua calon murid masih terlihat mendatangi SDN 4 Purwodadi untuk meminta penjelasan mengenai tahapan pendaftaran.

Sekolah pun membuka layanan konsultasi guna membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam memahami mekanisme pendaftaran secara daring.

“Kalau kemarin di hari pertama lumayan banyak yang datang ke sini. Namun, sekarang ya sebenarnya masih ada yang datang ke sini, tetapi kami membuka ruang konsultasi untuk para orang tua yang masih kesulitan,” jelas Fera.

Fera menilai sistem digital membuat pekerjaan panitia menjadi lebih sederhana karena seluruh data peserta langsung terintegrasi dan tersimpan dalam sistem.

BACA JUGA : Pemprov Jateng Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Perbaikan Jalan di Pantura Barat

Selain meningkatkan efisiensi kerja, sistem tersebut juga dinilai mampu memperkuat transparansi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru. Melalui SPMB Online, seluruh proses seleksi dapat dipantau berdasarkan data yang terekam secara otomatis.

Karena itu, Dinas Pendidikan Grobogan optimistis penerapan SPMB Online akan menjadi langkah penting dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang lebih modern, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.

“Kita tegaskan tidak ada titip-titipan, sekalipun anak mereka sebelumnya ada yang sekolah di SDN 4, tetapi dengan sistem online ini justru lebih transparan,” pungkasnya.

TYA WIDYA