WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Prajurit TNI AD Kodim 0728 Wonogiri, punya cara unik dalam membingkai persaudaraan dengan para driver Ojek Online (Ojol). Yakni melalui ngopi bareng (bersama) di angkringan HIK pinggir jalan.
Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono melalui Penerangan Kodim (Pendim) Pelda Indra, Sabtu (6/9/25), mengabarakan, melalui acara ngopi bareng di angkringan pinggir jalan, melahirkan kesan tersendiri. Yakni cepat akrab bersahabat, dalam jalinan komunikasi sosial kemasyarakatan.
Hal itu mengesankan suasana yang damai, di tengah dinamika aksi massa yang belakangan ini bermunculan di beberapa wilayah di luar Kabupaten Wonogiri. Kehadiran personel TNI Kodim 0728/Wonogiri di angkringan, dilakukan dalam upaya membangun sinergitas kebersamaan dengan komunitas para driver Ojol. Percakapan kedua belah pihak, tentara dengan driver Ojol cepat cair dalam warna yang semanak (bersahabat).
Momentum sederhana ini, sarat makna dalam upaya menghadirkan ruang kebersamaan yang cepat mencairkan suasana. Senyum dan canda, mewarnai lazimnya omongan di warung kopi. Yang itu dilakukan dengan menikmati minum kopi bersama, dengan Hidangan Istimewa Kampung (HIK).
Persuadaraan yang terbingkai di warung HIK ini, menjadi simbol kesejukan dan persaudaraan. Meski beda profesi, mereka cepat menyatu dalam kebersamaan. Momentum ini, cepat mengakrabkan jalinan kedekatan tentara dengan masyarakat, utamanya para driver Ojol. Ini dilakukan, untuk duduk bersama dalam semangat kebangsaan.
Kehadiran personel TNI bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga merangkul masyarakat dengan pendekatan humanis. Pesan yang mereka bawa sederhana, namun menyejukkan: “Kita semua keluarga besar warga Wonogiri, mari jaga suasana dengan hati yang sejuk dan damai.”
Kegiatan di angkringan ini, menjadi bukti nyata bahwa dialog yang diawali dengan sikap kepedulian untuk saling menghargai, cepat mewujudkan kebersamaan dalam menghilangkan ketegangan.
Melalui minuman secangkir kopi bersama jajanan HIK, tidak hanya dapat menyegarkan tetapi juga mampu menyatukan tautan hati aparat keamanan bersama para driver Ojol. Yang itu diwujudkan melalui bingkai persaudaraan.(Bambang Pur)













