SEMARANG (SUARABARU.ID) – Perum Bulog Jawa Tengah mendistribusikan ratusan ton beras dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan serentak di 7.285 kecamatan se-Indonesia pada Sabtu 30 Agustus 2025.
Kegiatan GPM ini sendiri dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI sekaligus juga memberikan akses mudah kepada warga masyarakat untuk bisa mendapatkan bahan pokok pangan dengan Harga terjangkau.
Di Provisi Jawa Tengah sendiri, Perum Bulog mendistribusikan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) merata ke seluruh kecamatan di 35 kabupaten / kota yang ada, tentunya seluruh beras tersebut dijual dengan Harga terjangkau.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jateng, Ahmad Kholisun, mengatakan, giat GPM di Jawa Tengah ini dilakukan serentak di 386 kecamatan dengan mendistribusikan beras SPHP sebanyak 656 ton beras kemasan 5 kilogram.
“Tidak hanya beras SPHP saja, Bulog juga mendistribusikan gula pasir dan minyak goreng. Adapun beras SPHP kemasan 5 kilo dijual seharga Rp 58 ribu, jadi per kilo seharga Rp 11.600,” ujar Ahmad Kholisun saat acara GPM di Kampung Lasipin, Kelurahan Karangturi, Semarang Timur, Sabtu 30 Agustus 2025.
Lebih jauh dirinya mengungkapkan, dengan pasokan supply beras yang digelontorkan dalam GPM ini harapannya bisa membantu mencukupi pasokan beras yang ada di pasaran serta mengendalikan harga beras di pasaran yang harganya agak tinggi belakangan ini.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, dalam kegiatan GPM serentak tersebut pihaknya menyalurkan bahan pokok utama (bapok) ke sebanyak 92 kecamatan yang ada di 6 kabupaten / kota yang ada diwilayah operasional Bulog Semarang.
“Untuk kegiatan GPM ini kami menggelontorkan kurang lebih sekira 200 ton beras yang terbagi merata ke semua kecamatan. Selain itu, kita juga mendistribusikan pasokan minyak goreng sekira 2000 liter dan gula pasir sebanyak 2000 kilogram,” ungkap Rendy.
Selain itu, Rendy juga memastikan jika sekiranya di satu titik lokasi penjualan stoknya sudah menipis, maka pasokan supplynya akan ditambah lagi dari Bulog setempat. Oleh karena itu dirinya meminta toko atau penjual segera menghubungi Bulog untuk segera mengirimkan Kembali pasokan berras atau minyak goreng serta gula jika stoknya mulai menipis.
“Sekiranya di satu titik habis, supplynya kita tambah lagi stoknya. Kami juga ada standby mobil box jika kebutuhan penjualan mendekati habis, jikapun mendesak stoknya habis kita siapkan juga teman – teman di gudang – gudang kantor cabang Perum Bulog,” katanya.
Dalam kegiatan GPM yang juga dihadiri oleh Wali Kota Semarang dan juga Forkopimda Kota Semarang tersebut, selain menyalurkan bahan pokok murah kepada warga masyarakat, juga menyediakan sejumlah kebutuhan pangan lainnya serta sejumlah produk – produk UMKM local.
“Tujuannya dengan adanya GPM ini agar bisa menekan inflasi dan juga memberikan akses pangan murah kepad warga masyarakat, jadi semua bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena bagaimanapun ketahanan pangan harus dijaga detik demi detik,” kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.













