blank
Personel fireman dari Damkar Markas Induk Pemkab Wonogiri, saat melakukan evakuasi Kakek yang terjebak di ruang atas plafon internit rumahnya.(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Dapat masuk tapi kesulitan keluar. Ini dialami oleh seorang kakek berinisial S (88). Warga Lingkungan Jatirejo, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, ini terjebak saat mencari bau busuk bangkai tikus di ruang atas eternit plafon rumahnya.

Tikus, dalam Bahasa Inggris disebut rat atau dalam bahasa latin disebut rattus. Kemunculannya di rumah dirasa sangat mengganggu. Upaya memusnahkannya, ada yang dilakukan memakai alat perangkap, tapi ada juga yang menggunakan racun. Bila memakai racun, resikonya dapat mati di mana pun, termasuk di atas langit-langit eternit plafon rumah.

Bau busuk bangkai tikus itu, diprediksi berada di atas eternit langit-langit di bawah atap rumah Kakek S. Karena itu, serta merta dipanjatnya ke atas. Dia berhasil masuk ke ruang atas plafon internit langit-langit rumah. Tapi ketika mau turun, dia tidak lagi memiliki kemampuan.

Kakek S berteriak-teriak minta tolong untuk diturunkan. Tapi pihak keluarga dan tetangga yang tidak dapat memberikan bantuan. Rabu siang (13/8/25), menelpon Markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri. Harapannya, si Kakek yang terjebak di atas internit palfon rumah, segera dapat dievakuasi.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri, Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, menyikapi permohonan bantuan tersebut, segera dikirim personel piket ke lokasi. Yakni Tim Damkar Regu-1 Pimpinan Komandan Regu (Danru) Sukatman.

Tiba di lokasi, segera dilakukan pemanjatan memakai tangga, untuk menerobos ke ruang di atas internit plafon langit-langit rumah. Sebagian petugas berjaga di tangga dan ada yang berupaya menyalakan lampu sorot untuk menerangi ruang enternit langit-langit rumah. Proses evakuasi penyelematan Kakek S, berlangsung menegangkan sejak dari Pukul 14,15 sampai dengan 14.40.

Terkilir

Pemicu kejadia, diduga keras karena saat berhasil masuk ke ruang internit langit-langit rumahnya, kakek S mendadak kakinya terkilir dan sulit untuk digerakkan. Seperti mengalami kram mendadak. Ini membuatnya tidak berdaya, dan tidak berkemampuan lagi untuk turun.

Personel fireman dari Damkar yang memberikan pertolongan, segera naik ke atas langit-langit. Sebagian siap di bagian tangga. Evakuasi kakek dilakukan dengan cara lazimnya pada pertolongan penyelamatan korban memakai teknik vertical rescue.

Ketika berhasil dievakuasi dari ruang bawah atap, kakek pun menghela napas panjang, tersenyum lebar, merasa lega, meski kondisinya lemah dan hanya duduk meratapi nasibnya yang tadi terjebak di atas langit-langit rumahnya.

Kepada para penolongnya, Kakek S dan keluarganya menyampaikan ucapan terima kasih. Kakek S, mengatakan, tindakannya memanjat ke atas langit-langit rumah, karena merasa terganggu oleh bau busuk yang dipancarkan oleh bangkai tikus.

Sejak awal, dia bertekad dapat melakukan pengambilan sendiri. Tapi malang, malah menemukan nasib dapat masuk kesulitan keluar. ”Nggih Mbah, pengalihe sing sabar,” (Ya kakek, hatinya yang sabar),” pesan Danru-1 Damkar Wonogiri, Sukatman, yang meminta pihak keluarganya segera memberikan minum untuk menghilangkan rasa paniknya.(Bambang Pur)