blank
Penerima Bupati Award 2026 pada Jumat (26/6/26) malam. Foto: dok

KOTA MUNGKID
(SUARABARU.ID) –
Malam Penganugerahan Bupati Award 2026 dilakukan di halaman tengah Setda Kabupaten Magelang, Jumat (26/6/2026) malam. Dari 173 pendaftar, setelah diseleksi oleh Tim Juri dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, maka terpilihlah 15 nominator.

Pada acara malam itu, Bupati juga memberikan
penghargaan kepada tujuh pemilik rumah yang pernah dijadikan kantor Bupati Magelang, dari tahun ke tahun. Yakni sebelum Pemkab memiliki kantor di Sawitan, Kota Mungkid. Kelurahan Sawitan berada di wilayah Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Berada di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kota Mungkid (ibu kota Kabupaten Magelang).

Adapun 15 penerima Bupati Award 2026 sesuai kategori masing-masing adalah:
1. Pelajar Berprestasi – Cahya Berlian Pandu (SMAN 1 Kota Mungkid)
2. Pendidik Berprestasi – E Sunu Pundhi Persadi (SD Negeri Gulon 1)
3. Layanan Sosial Kebermanfaatan Masyarakat – Zaidah (Unit Layanan Disabilitas Rumah Pintar)
4. UMKM Naik Kelas – Apsasi Annisa (Ipang Production)
5. Wisata Kreatif dan Inovatif – Ahmad Mudhofar (Koperasi Desa Wisata Candirejo).

6. Insan Muda Berinovatif – Muhammad Burhanuddin (Mas Bibit)
7. Insan Adidaya Olahraga – Wahyuningsih (Sekolah Bola Voli Pervores Sembaga Bumi)
8. Desa/Kelurahan Inovatif dan Ramah Teknologi – Aan Sudarno (Pemerintah Desa Blondo)
9. Insan Pelestari Nilai Budaya Lokal – Septian Puji Andrianto (Sanggar Sarana Karya)
10. Perempuan Inspirasi – Ella Rizki Farihatul Maftuhah (Gula Semut Mira Lestari Internasional).

11. Petani Kreatif dan Inovatif – Rinto (KUB Cagar Alam Kelompok Tani Mekar Lestari)
12. Entrepreneur Muda – Raydan Syahdan Mahmudin (Cipta Visi Grup)
13. Pondok Pesantren Unggul dan Berdaya – Feri Irawan (Pondok Pesantren Al Falah Lembah Manah)
14. Kelompok Pemerhati Lingkungan dan Berkelanjutan – Triyono Aswad (DPR Kecamatan Muntilan)
15. Individu dan Kelompok Ternak Mandiri Berkemajuan – Anang Ismail (Perkumpulan Peternak Kambing Perah Rojo Koyo Utomo).

Bupati Grengseng Pamuji, mengatakan bahwa itu merupakan bentuk penghargaan kepada putra-putri terbaik yang telah menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. “Bupati Award adalah manifestasi apresiasi pemerintah kepada mereka yang telah memberikan kontribusi nyata. Peradaban yang maju dibangun di atas fondasi kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan berkarakter, dan keberlanjutan lingkungan,” kata Grengseng.

Dia juga menyebut seluruh nominator sebagai “lokomotif perubahan” yang telah membuktikan bahwa Kabupaten Magelang tidak pernah kekurangan sosok-sosok inspiratif yang peduli terhadap kemaslahatan masyarakat.

Grengseng berharap penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh penerima untuk terus berinovasi, memperluas manfaat, serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Magelang yang Anyar Gres (Aman, Nyaman, Religius, Unggul, dan Sejahtera).

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Bupati Award 2026 proses seleksinya berlangsung sejak 5 Mei hingga 26 Juni 2026 melalui sejumlah tahapan. Mulai dari penyusunan pedoman, sosialisasi, pendaftaran proposal, seleksi administrasi, penilaian dewan juri, penetapan nominasi hingga malam penganugerahan.

” Sebanyak 173 peserta mengikuti seleksi yang dinilai secara objektif, transparan, dan akuntabel oleh tim juri dari Universitas Gadjah Mada,” katanya.

Penilaiannya didasarkan pada aspek prestasi, inovasi, dampak bagi masyarakat, keberlanjutan program, serta nilai keteladanan. Pada Bupati Award tahun ini, Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan penghargaan dalam 15 kategori.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Zanuar Efendi, menambahkan, melalui kegiatan tersebut Bupati mengharapkan, dari berbagai potensi sebisa mungkin dimunculkan. Kemudian dikompetisikan. “Pak Bupati ingin semua bidang ada kompetisi, sehingga masyarakat akan terpacu untuk bisa berbenah lebih baik lagi. Kalau sudah bagus, ada usaha yang maksimal, Pak Bupati akan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan,” katanya.

Prosesnya, diawali dengan pendaftaran, kemudian ada penyaringan, dan penjaringan. Setelah terpilih lima besar kemudian dipilih tiga besar. Selanjutnya ada tahapan presentasi, hasilnya diverifikasi dengan kondisi di lapangan.

Eko Priyono