WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Wonosobo menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) di Gedung Fatayat NU, selama dua hari, di awal Agustus 2025 lalu. LKD diikuti oleh pengurus harian dan pengurus Lembaga PC Fatayat NU setempat.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PW Fatayat NU Jawa Tengah Sholkhah Muflihah, Sekretaris PCNU Kabupaten Wonosobo Ahmad Fuadi NS dan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Wonosobo, Mariyatul Kiptiyah Alh.
Sekretaris PW Fatayat NU Jawa Tengah Sholkhah Muflihah mengatakan sebagai organisasi kader, Fatayat harus punya networking yang baik. Fatayat merupakan organisasi badan otonom NU yang besar dan potensial.
“Maka kader Fatayat NU, mau tak mau, harus mampu membangun jaringan yang luas dengan berbagai kalangan. LKD dirancang untuk mengembangkan potensi dan ketrampilan kader muda perempuan NU. Salah satunya melalui networking itu,” tegasnya.
Mbak Sholkhah-demikian dia kerap disapa-juga meminta setelah LKD dilanjutkan dengan kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL) dan trainer of trainer (ToT). LKD juga harus dilakukan secara berjenjang sampai ke tingkat PAC dan Pimpinan Ranting Fatayat NU.
“LKD merupakan jembatan pengkaderan di organisasi Fatayat NU. Media untuk mengenalkan dasar ideologi, visi dan missi Fatayat NU. Mengembangkan ketrampilan leadership, kerjasama tim dan kemampuan komunikasi kader. Menumbuhkan rasa tanggungjawab dan semangat perjuangan,” ujarnya.
Dalam LKD yang mendatangkan 4 fasilitator dari PW Fatayat NU Jateng itu, para peserta mendapatkan materi pengenalan LKD, dasar ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah, ke-NU-an dan ke-Fatayat-an, citra diri kader, leadership dan keorganisasian, kesetaraan gender dan tehnik komunikasi dan negosiasi.
“Hasilnya, LKD bisa mencetak kader Fatayat yang militan, mampu membangun jaringan kader yang solid dan penggerak perubahan di masyarakat. Menjaga semangat persatuan, keadilan dan kesetaraan gender,” tandas Mbak Sholkhah.
Dipungkasi Pembaiatan

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kabupaten Wonosobo Ahmad Fuadi Ns mengatakan proses pengkaderan dalam sebuah organisasi itu sangat penting. Fatayat merupakan wadah pergerakan perempuan muda NU yang dibatasi oleh jenjang umur hingga 45 tahun. Setelah itu bisa dilanjutkan berkhidmat di Muslimat NU.
“Saat ini, PCNU Wonosobo tengah punya pekerjaan rumah besar, yakni membangun RSNU. Dari kebutuhan anggaran Rp 70 miliar lebih, kini baru terkumpul dana Rp 475 juta. PCNU juga harus segera melunasi pembayaran tanah untuk lokasi pendirian RSNU sebesar Rp 700 juta. Maka kami mohon kontribusi dari Fatayat NU,” pintanya.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Wonosobo Mariyatul Kiptiyah Alh menambahkan kegiatan LKD merupakan upaya menyiapkan kader untuk berkhidmat di organisasi Fatayat NU. NU itu warisan dari muassis almaghfurlah simbah KH Hasyim Asy’ari bukan warisan orang tua dan perlu untuk terus dijaga dan dirawat.
“Kader FatayatvNU itu merupakan perempuan muda NU produktif. Mereka merupakan ibu muda yang punya tugas mengasuh buah hati. Sebagian besar kader Fatayat NU juga merupakan wanita karier yang punya tugas mengabdi pada negara dan masyarakat. Maka dibutuhkan keikhlasan dalam berjuang di organisasi,” tegasnya, Rabu (13/8/2025).
Kegiatan LKD dipungkasi dengan acara pembaiatan pada para peserta yang berlangsung cukup sakral dan menyentuh nurani peserta. Pembaiatan didahului dengan acara istighotsah bersama sebagai ikhtiar untuk mengobarkan semangat pengabdian dan perjuangan di Fatayat NU.
Pada saat pembaiatan, peserta LKD sampai tampak menitikan air mata haru, menjadi tanda siap mengorbankan tenaga, pikiran, waktu hingga jiwa dan raga untuk Fatayat NU. Diiringi lantunan sholawat, satu persatu peserta memegang dan mencium bendera merah putih, bendera NU dan bendera Fatayat NU, sembari menangis sesenggukan.
Muharno Zarka













