
Dia mengibaratkan perusahaan yang tetap mengawal produknya sampai dikonsumsi oleh masyarakat. “Kalau industri punya kewajiban after sales service maka USM sebagai perguruan tinggi punya after graduation service,” ujar Supari.
Supari berharap orang-orang atau pihak-pihak untukm mendukung pendidikan para mahasiswa dengan menyalurkan beasiswa. “Seperti halnya kegiatan Glf and Charity yang digelar besok, ini jembatan untuk beasiswa mahasiswa,” kata Supari.
Supari menyitir ucapan Drs Kodradi, “Aja aku oleh apa, nanging aku bisa aweh apa (Jangan aku yang mendapatkan apa, tetapi aku bisa memberi apa).
Supari juga menyebut, acara malam itu dihadiri “enam rektor” dan seorang direktur politeknik.
Kelima rector yang dimaksud adalah Rektor Undip Prof Suharnomo, dirinya sendiri sebagai Rektor USM, kemudian Prof Sudharto, Prof Mohammad Nashir, Prof Yos Johan Utama (para mantan Rektor Undip), Prof Komarudin Hidayat mantan Retor UIN Syarif Hidayatullah dan UIII, dan Direktur Politeknik PU Ir Brawijaya SE.
Acara makin meriah ketika para rector dan mantan rector tampil menyanyi. Dan yang sangat heboh saat Rektr Undip Prof Suharnomo berduet dengan Ketua Yayasan Alumni Undip Prof Kesi Widjajanti menyanyikan lagi dangdut “Iming-iming” dengan lirik rindu siapa dan senggakannya rindu bojone….. dhewe.
R. Widiyartono













