SEMARANG (SUARABARU.ID) – Universitas Semarang (USM) menggelar acara Renungan Nasional menyongsong Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia dan rangkaian Dies Natalis ke-38 di lantai 10 Menara USM Jalan Sukarno-Hatta, Tlogosari Semarang, Jumat malam (8/8/2025).
Dalam cuaca terang di bawah sinar bulan purnama, acara bertajuk “Bersatu Padu Maju Negeriku” ini diisi dengan renungan oleh Prof Dr Komarudin Hidayat, Ketua Dewan Pers yang juga Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (2019-2024) dan Rektor UIN Jakarta (2006-2015) yang disampaikan secara daring.
Hadir pula Ir Djoko Kirmanto (Menteri PU pada masa pemerintahan Presiden SBY), Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Kabinet Kerja (2014–2019), Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Sudharto P Hadi, Ir Soeharsojo, Drs Kodradi, Prof Mohammad Nasir, Prof Yos Johan Utama, Dewan Pengawas Prof Suharnomo, Ketua Yayasan Alumni Undip Prof Dr Ir Kesi Widjajanti, Rektor USM Dr Supari dan segenap jajaran.
Hadir juga sebagai undangan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, Sekretaris PWI jateng Iwan Hendra Kelana, dan undangan lainnya termasuk para peserta Golf and Charity.
Acara diawali dengan renungan yang disampaikan Prof Komarudin Hidayat, dengan menyampaikan penemuan konstruksi cakar ayam oleh Ir Sedyatmo. Komarudin menuturkan, waktu itu Presiden Soekarno memerintahkan membangun jalan yang menghubungan Jakarta-Tangerang yang merupakan daerah rawa-rawa dengan tanah lembek.
“Profesor Sedyatmo yang mendapat perintah ini, merenung dikKawasan itu, dan melihat pohon kelapa yang tertiup angin kencang tetapi tidak roboh, karena akan yang kuat. Inilah yang menjadi ide terciptanya fondasi cakar ayam pada tahun 1962, karya anak bangsa Ir Sedyatmo,” kata Komarudin.
Berkaca dari sini, akar yang banyak dan kuat akan menahan terpaan angin sekencang apa pun. “Demikian halnya dengan Indonesia yang mencapai kemerdekaan karena gotong royong rakyat. Indonesia itu anak kandung rakyat,” kata Prof Komarudin.

Gotong-royong rakyat ini terbukti saat terjadi pandemi covid-19, Indonesia termasuk yang paling cepat pulih. Juga bila terjadi bencana alam, rakyat Bersatu padu turut serta menangani. “Rakyat Indonesia itu dikenal sangat tinggi sikap filantropinya,” ujar Komarudin.
Dia mengingatkan, para pemimpin harus menyadari dan merasakan, bagaimana denyut hati rakyat, jangan menjadi penguasa. “Pemimpin dibentuk oleh partai politik. Para aktivis politik itu harus berpihak pada rakyat,” ujar Ketua Dewan Pers yang juga penulis ini.
Raih Predikat Unggul
Rektor USM Dr Supari ST, MM dalam sambutannya menyampaikan rasa Syukur dan bahagianya, karena perguruan tinggi yang dipimpinnya ini, pada dies natalis ke-38 berhasil meraih predikat Unggul dan izin untuk program studi S-3 Ilmu Manajemen juga turun.













