
PT. Industri Jamu dan Farmasi Tbk ini berkomitmen terhadap penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dalam menjalankan bisnisnya.
Ilham Maulana, National Chairperson, Generasi Energi Bersih Indonesia menyebut, dari Sido Muncul kita belajar bahwa industri besar bisa tetap tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan.
“Pemanfaatan biomassa dan pemasangan PLTS Atap sebagai sumber energi di sini menjadi inspirasi bagi pelaku industri lain untuk beralih ke solusi rendah emisi,” kata Ilham.
Sementara itu Koordinator Subnasional Akses Energi Berkelanjutan IESR, Rizqi M Prasetyo menyampaikan, berdasarkan laporan IESR dan DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah (https://iesr.or.id/pustaka/transformasi-industri-jawa-tengah-dengan-energi-surya/), transformasi Industri Jawa Tengah dengan energi surya, sektor industri berkontribusi lebih dari 75% dari total pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Jawa Tengah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa PLTS atap adalah salah satu opsi teknologi rendah karbon yang terjangkau dan mudah diakses oleh industri sebagai bentuk upaya efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan.
“Inisiatif Sido Muncul dalam pemanfaatan energi surya dan biomassa adalah contoh praktik baik yang menunjukkan bahwa energi terbarukan berperan penting, tidak hanya dalam pencapaian target penurunan emisi, tetapi juga dalam efisiensi biaya operasional industri,” terangnya.
“Praktik pemanfaatan energi terbarukan di industri ini perlu ditingkatkan dan direplikasi di industri lain di Jateng, sebagaimana didorong oleh Pemerintah Provinsi melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 500.9/0006073 Tahun 2025 tentang Akselerasi Transisi Energi melalui Pemanfaatan Energi Terbarukan pada Sektor Industri tentang Akselerasi Transisi Energi melalui Pemanfaatan Energi Terbarukan pada Sektor Industri menuju Industri HIjau,” ungkap Rizqi.
Ning S













