blank
Peletakan batu pertama pembangunan RSNU Wonosobo yang dilakukan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Meski proses pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Wonosobo terus digulirkan, panitia masih menghadapi tantangan besar, pelunasan tanah yang hingga kini masih kurang Rp 700 juta.

Namun, panitia pembangunan RSNU Wonosobo tetap optimistis kekurangan tersebut bisa ditutup dalam pekan ini. Jika tidak, pembangunan rumah sakit senilai Rp 70 miliar itu berpotensi tersendat.

“Kunci dari seluruh proses pembangunan RSNU Wonosobo adalah status tanah. Kalau belum lunas, kita tidak bisa balik nama sertifikat ke atas nama PCNU Wonosobo,” katanya.

“Dan, itu jadi syarat dasar untuk mengurus izin pembangunan hingga operasional nanti,” ujar Ahmad Fuadi NS, Sekretaris PCNU Wonosobo, dalam acara Pembukaan Koin NU yang digelar di Aula SMK Andalusia Kertek, Minggu (3/8).

Fuadi menyebutkan, hingga saat ini panitia sudah berhasil menghimpun dana Rp 475 juta, sebagian besar berasal dari pinjaman pengurus. Sisanya ditargetkan bisa terkumpul sebelum minggu ini berakhir.

Setelah pelunasan lahan rampung, lanjut dia, PCNU Wonosobo akan membentuk panitia pembangunan dan menjalankan tiga tahap utama. Yakni, lelang kamar pasien, lelang material bangunan dan kerja bakti warga nahdliyin.

“Dari rencana pembangunan 110 kamar rawat inap, sebanyak 67 kamar telah disanggupi oleh pengurus MWC NU se-Kabupaten Wonosobo,” terangnya.

Koin NU

blank
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf berharap pembangunan RSNU Wonosobo tidak boleh mandeg. Foto : SB/Muharno Zarka

Menurut Fuadi, MWC Kecamatan Kejajar mencatat partisipasi tertinggi dengan 13 kamar, bahkan ada Ranting NU di Kejajar yang siap melelang 11 kamar. “Partisipasi juga datang dari individu dan keluarga besar yang menyumbang kamar atas nama keluarga,” katanya.

Sementara itu, dalam tahap lelang material, ribuan sak semen mulai mengalir ke panitia. PAC Muslimat NU Mojotengah telah menyumbang 450 sak semen dan satu unit kamar.

“Sedangkan PAC Garung menyumbang 256 sak semen. Itu sudah masuk dan uangnya ada di tangan saya,” ujar Fuadi.

Target pengumpulan material ini dipatok mencapai 10.000 sak semen ditambah kebutuhan pasir, batu, dan besi. RSNU Wonosobo akan dibangun dalam waktu tiga tahun dengan estimasi anggaran Rp 70 miliar.

Proyek ini sepenuhnya dimiliki oleh PCNU Wonosobo dan salah satu sumber utama pendanaannya berasal dari Koin NU-gerakan pengumpulan donasi rutin dari warga nahdliyin.

Namun, Fuadi mengakui bahwa belakangan ini pemasukan dari Koin NU mengalami penurunan.  “Kami akui, beberapa waktu terakhir perolehan Koin NU memang menurun. Tapi semangat warga masih tinggi dan kami tetap optimis,” tegasnya.

Muharno Zarka