
Diktisaintek Berdampak
Tim pelaksana PkM terdiri dari lintas keilmuan yang melibatkan Dr. Deasy Carolina, S.E., M.M., Ir. Djoko Murdono, M.S., Dr. Evi Maria., S.E., M.Acc., AK., CA., serta mahasiswa dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dan Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW. Para mahasiswa turut terlibat melalui skema Diktisaintek Berdampak yang mendorong keterlibatan aktif civitas academica dalam pemberdayaan masyarakat.
Tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator positif keberterimaan program ini di tingkat lokal. Ketua Kelompok Tani, Salim, mengungkapkan apresiasinya terhadap penyuluhan yang diselenggarakan. “Selama ini kami sering bingung memangkas pohon kopi yang tinggi. Penyuluhan ini memberi pemahaman praktis dan dengan praktik langsung, kami lebih mudah memahaminya,” tuturnya.
Program ini akan berlangsung hingga Desember 2025 dan diharapkan menjadi model ideal dalam pemberdayaan desa berbasis kewirausahaan sosial, penerapan teknologi tepat guna, serta kemitraan strategis antara masyarakat dan perguruan tinggi.
Dengan dukungan penuh dari Kemendiktisaintek, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan petani serta menjadi contoh praktik baik pemberdayaan desa yang dapat direplikasi di wilayah lainnya.
Program ini menjadi kontribusi nyata UKSW dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya poin ke-4 tentang penguatan SDM, sains, teknologi dan pendidikan.
Acara ini juga relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 1 tanpa kemiskinan, SDG 4 pendidikan berkualitas, SDG 8 pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 industri, inovasi, dan infrastruktur, SDG 11 kota dan permukiman yang berkelanjutan, serta SDG 17 kemitraan untuk mencapai tujuan.
Ning S













