blank
Personel Fireman dari Markas Induk Damkar Pemkab Wonogiri, menyemprotkan air ke titik kobaran api, demi mencegah agar tidak meluas ke arah jalan raya dan ke area hutan Gunung Pegat.(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Lahan tanaman tebu (Saccharum officinarum Linn), semalam, terbakar dan menyala bagai lautan api. Lokasinya di Desa Ngadiroyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pijar nyalanya, menerangi gelap malam di area kebakaran, selagi langit tanpa cahaya bulan.

Hamparan lahan tebu yang terbakar berada di tepi ruas jalan antarprovinsi Wonogiri (Jateng)-Pacitan (Jatim), Kilometer-28 di kawasan Gunung Pegat. Yakni di tapal batas dengan Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Ini membuat panik bagi para pengendara yang melintasi jalur tersebut. Masyarakat khawatir, bila kebakaran lahan tebu makin meluas tidak terkendali, dapat membakar Hutan Gunung Pegat.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, Sabtu (26/7/25), menyatakan, Markas Induk Damkar Wonogiri menerima kontak permohonan bantuan pemadaman, Jumat malam (25/7/25) Pukul 22.00.

Segera meluncur Tim Fireman ke lokasi dengan membawa serta mobil brandweer. Pemadaman dilakukan oleh Regu-1 Damkar Pemkab Wonogiri Pimpinan Komandan Regu (Danru) Sukatman. Proses pemadaman, dilakukan dengan teknik memprioritaskan agar api tidak meluas ke area Hutan Gunung Pegat dan mengarah ke jalan raya. Ini dilakukan dengan mendapatkan bantuan aparat Polsek Ngadirojo dan warga masyarakat, berlangsung sampai Pukul 22.30.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran hamparan tanaman tebu tersebut. Beruntung, kobaran apinya cepat dapat dipadamkan. Belum diketahui dari mana sumber api yang membakar hamparan lahan tebu tersebut.

Keempat

Petugas masih berupaya melakukan penyelidikan pemicu kebakaran. Ada dugaan, bersumber dari api sampah yang menyala dan kemudian berkobar tidak terkendali, karena bersamaan dengan datangnya tiupan angin.

Kebakaran lahan tebu semalam, menjadi musibah kebakaran yang terjadi keempat kalinya dalam kurun waktu 6 hari terakhir ini di Kabupaten Wonogiri. Setelah sebelumnya, terjadi dua kali kebakaran kandang ternak dan satu kali kebakaran rumah.  Kebakaran kandang ternak dan rumah dapur, yang pertama terjadi Minggu malam (20/7/25), terjadi di Dusun Bolak, Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Pemicunya dari api bludukan, yakni perapian di dekat kandang untuk penghangat ternak di waktu malam dan sebagai upaya mengusir nyamuk.

Kemudian kebakaran kandang ternak yang kedua, berlangsung Jumat sore (25/7/25) milik Agung Kurniawan, warga Dusun Ceper RT 02/RW 06, Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Berikut untuk kebakaran rumah, terjadi Kamis (24/7/25) di Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri. Pemicunya, karena lupa mematikan kipas angin, yang kemudian memicu terjadinya korsleting dan membakar kamar tidur di rumah Mursidi Basuki di Jalan Bima 12 Nomor: 3  Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Menyikapi musibah kebakaran beruntun sebanyak 4 kali dalam tempo 6 hari terkahir ini, Markas Induk Damkar Pemkab Wonogiri mengimbau agar masyarakat tidak bertindak sembrono dalam memperlakukan api. Bila membuat bludukan atau membakar sampah harus mendapatkan pengawasan, demi menghindarkan kebakaran.

Demikian juga harus mewaspadai penggunaan perabotan rumah tangga yang menggunakan stroom listrik. Waspadai, itu terpasang dengan aman, demi menghindarkan korsleting yang bisa memicu kebakaran.(Bambang Pur)