blank
Foto bersama Siswa-siswi SD Negeri 04 Somosari, dan panitia Desa Mitra. Foto: SB / Sabrina KMJS

JEPARA (SUARABARU.ID) – Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang (KMJS) merayakan Hari anak Nasional dalam kegiatan Pendidikan Lingkungan pada anak sekolah dasar. Pendidikan lingkungan ini dilaksanakan pada tanggal 24-25 Juli 2025,  di SD Negeri 01 dan SD Negeri 04 Somosari.

Berkolaborasi dengan Jepara Green Generation, menjadikan arah dan tujuan pengenalan lingkungan pada generasi muda desa Somosari dapat tercapai. Menyadarkan generasi muda yang akan mewarisi potensi alam dan pariwisata  desa dalam menjaga dan melestarikan lingkungan terutama pengolahan limbah. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Sutifik selalu kepala sekolah SD Negeri 01  dan SD 04 Somosari serta pemateri dari Jepara Green Generation, Armalia Rizqi dan Arumi.

Pada hari pertama, peserta yang ikut dari dua kelas yakni kelas 5 dan 6 dari SD 01 Samosari. Kemudian, pada hari kedua, KMJS memberikan pendidikan lingkungan pada 5 kelas dari SD 04 Samosari, yakni dari kelas 1,2,3,4, dan 6.

blank
Foto bersama Siswa-siswi SD Negeri 01 Somosari, perwakilan Jepara Green Generation dan panitia Desa Mitra. Foto: SB / Sabrina KMJS

Pendidikan Lingkungan dimulai dengan penyampaian materi ‘Mengenali Jenis-Jenis Sampah dan Konsep 3R’ oleh Jepara Green Generation. Selain teori, anak-anak juga diberikan selingan kuis guna memberikan Ice Breaking agar anak dapat mencerna materi dengan menyenangkan.

“Melalui kuis ini, siswa siswi SD N 1 & 4 Somosari dapat lebih memahami pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. Tidak hanya teori, melalui kuis ini juga sebagai bentuk upaya adik-adik agar lebih sadar akan dampak dari perilaku sehari-hari terhadap bumi, dan termotivasi untuk melakukan tindakan nyata seperti membuang sampah pada tempatnya dan menerapkan prinsip 3R,” ungkap Binta selalu penanggungjawab divisi pendidikan.

Tidak hanya berhenti di kuis, pendidikan lingkungan anak ini juga dibuatkan media pembelajaran dalam bentuk permainan sederhana yang bertujuan untuk anak dapat mengimplementasikan materi yang telah disampaikan. Games dibuat untuk anak, agar dapat membedakan sampah organik dan anorganik. Antusias anak-anak terlihat saat harus antri dalam bermain, hal ini memperlihatkan bahwa anak menyimak dan tertarik ingin bermain.

Sutifik selalu kepala sekolah, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak didiknya dan benar benar diimplementasikan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan,

“Dengan adanya acara sosialisasi ini diharapkan anak-anak bisa memahami dan mengimplementasikan materi yang diberikan oleh kakak-kakak KMJS dan Komunitas Jegeg dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat anak-anak untuk menjaga lingkungan, baik di sekolah, di rumah maupun di tempat umum,” ucapnya.

Hadepe – Sabrina/KMJS