WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Bupati Afif Nurhidayat melakukan rotasi terhadap 12 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemkab Wonosobo di Pendopo Bupati setempat.
Sebagian dari pejabat yang dilantik bergeser posisi, namun sebagian lain bertukar tempat. Seperti Sumekto Hendro Kustanto yang semula menduduki jabatan Kasatpol PP bertukar posisi dengan Dudi Wardoyo yang sebelumnya menjabat Kalak BPBD.
Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 800.1.3.1/0262/2025 sebagai bagian dari penguatan birokrasi dan percepatan pelayanan publik. Diharapkan pejabat yang baru dilantik segera bisa melaksanakan tugasnya dengan baik di tempat yang baru.
Berikut daftar lengkap pejabat yang dimutasi, yakni, Mohamad Kristijadi sebelumnya Kepala BPPKAD kini jadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda. Tri Antoro yang awalnya Kepala BKD pindah jadi Kepala BPPKAD.
Selanjutnya, Iwan Widayanto semula Kepala Kantor Inspektorat sekarang menjadi Kepala BKD, Supriyadi Kepala Bappeda pindah jabatan sebagai Kepala Kantor Inspektorat, Tono Prihatono Sekretaris DPRD kini Kepala Bappeda.
Sedang Agus Wibowo yang sebelumnya menduduki jabatan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kini menjadi sebagai Sekretaris DPRD,
Fahmi Hidayat
Kepala Diskominfo pindah tugas sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Adapun Khristiana Dhewi, Staf Ahli Bupati bergeser jadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Prayitno Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi jadi Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.
Sementara itu, Achmad Fathoni Staf Ahli Bupati jadi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Sumekto Hendro Kustanto Kasatpol PP pindah tugas sebagai Kepala BPBD dan Dudi Wardoyo Kalak BPBD kini menjabat sebagai Kasatpol PP.
Birokrat Gesit
Bupati Afif menekankan bahwa jabatan bukan sekadar administratif, melainkan bentuk pengabdian. Karena itu, pejabat yang baru dilantik untuk mengabdi sepenuh hati pada negara, pemerintah dan masyarakat.
Dia menuntut pejabat baru agar segera menyelesaikan tanggung jawab di posisi sebelumnya, sekaligus adaptif dan tanggap terhadap kebutuhan lintas sektor.
“Saya minta Kepala BKD segera selesaikan pengisian jabatan lainnya. Birokrasi hari ini harus gesit dan hasilnya dirasakan masyarakat. Karena masyarakat menuntut pelayanan yang cepat dan mudah,” tegas Afif.
Di sektor keuangan daerah, Galih Pambajeng juga kembali menjabat sebagai Dirut PT BPR Bank Wonosobo (Perseroda) setelah lolos fit and proper test dan mendapat persetujuan dari OJK.
Dia bukanlah nama baru, sebab sebelumnya menjabat di posisi yang sama hingga akhir masa jabatan. Karena keberhasilan memimpin bank milik pemerintah itu, perempuan berjilbab tersebut dipercaya untuk mengemban amanah yang sama seperti sebelumnya.
Khusus bagi Galih Pambajeng, Afif memberi instruksi agar Bank Wonosobo tidak hanya berfungsi sebagai bank daerah, tetapi juga menjadi agen penggerak UMKM dan edukator literasi keuangan.
“Tantangan ke depan adalah digitalisasi layanan, transparansi, dan peran aktif dalam pembangunan. Bank Wonosobo harus jadi lokomotif penguatan ekonomi rakyat,” kata Bupati.
Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tengah menata ulang arah pembangunan dengan mengedepankan efektivitas birokrasi dan kepemimpinan strategis.
Muharno Zarka













