blank
MAN 2 Kudus gelar serah terima santri baru Boarding School Tahun Ajaran 2025-2026. Foto: Dok/ Humas

KUDUS (SUARABARU.ID) – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus, H. Ali Musyafak mengatakan, jika berharap dan ingin menjadikan anak yang saleh, orang tua harus bisa menjadi teladan bagi anak-anak (uswatun hasanah). Dan jika bersedekah, niatkanlah untuk anak-anak kita.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan dalam Silaturahmi dan Serah Terima Santri Baru Boarding School MAN 2 Kudus Tahun Pelajaran 2025-2026 di Auditorium MAN 2 Kudus pada Jumat, belum lama ini.

“Kita juga harus memuliakan orang-orang alim dan mendidik anak-anak kita dengan penuh kasih sayang,” kata Ali Musyafak.

Ia mengatakan, pihaknya bersama tenaga kependidikan di MAN 2 Kudus akan mengemban amanah orang tua dan wali murid sebaik-baiknya. Para guru akan mendidik siswa MAN 2 Kudus dengan penuh kasih sayang.

“Setiap pagi kami menyambut anak-anak kami dan mereka bersalaman agar ada ikatan antara anak-anak dan orang tua yang mendidik mereka di madrasah ini. Kami siap melayani dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Ia menyebut, pada tahun ini 72 siswanya diterima melalui jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) di banyak perguruan tinggi bergengsi di Indonesia. “Capaian ini menempatkan madrasah kami sebagai terbanyak nomor satu di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Selain itu, 141 siswa MAN 2 Kudus juga tahun ini diterima melalui jalur seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) sehingga menjadikannya peringkat pertama di Jawa Tengah. Adapun 17 siswa MAN 2 Kudus diterima melalui jalur mandiri, 31 diterima melalui jalur SPAN PTKIN, 1 siswa diterima di perguruan tinggi di China, dan 3 siswa diterima di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

“Pencapaian ini patut kita syukuri. Prestasi ini lahir dari kerja keras kolektif seluruh unsur madrasah, siswa, guru, hingga orang tua,” terangnya.

Musyafak menambahkan, anak-anak merupakan amanah, titipan, sekaligus investasi yang harus dididik bersama. Orang tua tidak hanya menyerahkan anaknya ke madrasah, tetapi juga harus bersama-sama mendidik dan mengawalnya.

“Oleh karena itu, kami tetap minta bantuan kepada orang tua dan wali murid untuk bersama-sama mendidik anak-anak,” harapnya.

Sementara itu, H. Nur Badi yang mewakili orang tua siswa mengatakan, dirinya menyerahkan sekaligus menitipkan pendidikan anak-anaknya ke MAN 2 Kudus. Meskipun demikian, ia tetap akan bekerja sama mendidik putra-putrinya selama belajar di MAN 2 Kudus.

“Kami orang tua sebagai wali murid dan wali santri akan selalu mendoakan untuk anak-anak kami dan kesuksesan MAN 2 Kudus,” ujar Nur Badi.

Nur Badi menambahkan bahwa jariah yang telah disampaikan orang tua dan wali menjadi investasi akhirat. Akhir proses dari pendidikan ini adalah kejujuran anak yang terintegrasi dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. “Kami menitipkan anak-anak kami agar menjadi cerdas dan berkarakter,” ucapnya.

Ning S