blank
Burung Unta, salah satu koleksi hewan yang ada di Wisata Beach Safari Jateng. Foto: Diskominfo

BATANG (SUARABARU.ID) – Memanfaatkan momentum libur sekolah, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak masyarakat untuk berwisata di destinasi yang berada di wilayah Kabupaten Batang. Selain mendukung sektor pariwisata daerah, langkah tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Hal itu disampaikan saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kamis (2/7/2026).

Faiz mengatakan, Pemerintah Kabupaten Batang sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kepada satuan pendidikan, khususnya tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), agar kegiatan wisata sekolah diprioritaskan di destinasi wisata yang ada di Kabupaten Batang.

“Kami pernah memberikan edaran agar wisata untuk anak-anak TK dan SD dilaksanakan di dalam wilayah Kabupaten Batang. Pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu fokus pembangunan pemerintah daerah pada tahun 2027. Pemkab Batang telah menetapkan lima kawasan wisata prioritas yang akan mendapatkan dukungan anggaran untuk pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung,” jelasnya.

Dari sisi pembangunan, fokus kami untuk sektor pariwisata memang mulai digencarkan tahun depan. Sudah ada lima titik prioritas yang kami plotting anggarannya dan Insyaallah akan kami genjot pengembangannya. Sementara menunggu realisasi program tersebut, pemerintah tetap mendorong masyarakat memanfaatkan destinasi wisata yang telah tersedia selama masa liburan sekolah.

Faiz juga menyebut Beach Safari Jateng dan Curug Genting sebagai dua destinasi yang direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan. Menurutnya, Beach Safari Jateng menjadi pilihan yang cocok bagi anak-anak tingkat SD maupun SMP karena menawarkan wahana rekreasi keluarga yang ramah anak.

“Sedangkan Curug Gintung lebih direkomendasikan bagi pelajar tingkat SMA yang menyukai wisata alam dan aktivitas luar ruang. Untuk liburan kali ini kami berharap Safari Beach semakin ramai dikunjungi pelajar SD dan SMP, sedangkan Curug Gintung lebih cocok untuk anak-anak tingkat SMA,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Faiz juga menanggapi kondisi kawasan wisata Pantai Sigandu yang sebelumnya mengalami abrasi cukup parah hingga menggerus sebagian kawasan wisata. Ia menegaskan, kerusakan yang terjadi lebih disebabkan oleh abrasi pantai, bukan semata-mata banjir rob.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah pesisir sehingga membutuhkan penanganan jangka panjang.

“Pantai Sigandu memang mengalami abrasi. Itu menjadi pekerjaan rumah bersama karena merupakan fenomena alam yang juga dialami banyak daerah. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Batang telah menyiapkan rencana penataan kawasan Pantai Sigandu pada tahun depan,” tegasnya.

Konsep pembangunan tersebut dirancang agar fasilitas wisata yang dibangun memiliki daya tahan lebih baik terhadap ancaman abrasi dalam jangka panjang. Kami sudah menyiapkan pola pembangunan sehingga harapannya fasilitas yang dibangun bisa bertahan sekitar 15 sampai 20 tahun. Sedangkan untuk penanganan jangka panjang secara menyeluruh, tentu masih menunggu realisasi program Giant Sea Wall.

Faiz juga menanggapi munculnya aktivitas wisata speedboat di kawasan Pantai Ujungnegoro yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Ia mengaku belum memperoleh laporan mengenai status perizinan operasional wahana tersebut. Karena itu, ia meminta agar informasi terkait legalitas usaha tersebut dikonfirmasi terlebih dahulu kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Saya belum mengecek soal itu. Nanti bisa ditanyakan ke PTSP apakah sudah terdaftar atau belum,” ungkapnya.

Meski demikian, Faiz menegaskan pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung setiap pengembangan destinasi wisata yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Apabila terdapat pelaku usaha pariwisata yang belum melengkapi perizinan, pemerintah siap memberikan pendampingan agar proses perizinan dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Kalau memang itu mendukung sektor pariwisata dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, tentu akan kami bantu agar proses perizinannya lebih mudah sesuai aturan,” pungkasnya.

Nur Muktiadi