blank
Para pemain yang seluruhnya karyawan PT Djarum sedang latihan. Foto: Dok

KUDUS (SUARABARU.ID) –  Pergulatan orang-orang tak dikenal dalam memperjuangkan keyakinan kebenarannya itu diangkat dalam lakon “Para Petarung” oleh Teater Djarum pada pentas keliling tahun 2025 ini. Teater Djarum akan menggelar pentas “Para Petarung” karya Asa Jadmiko ini di beberapa kota, antara lain: Surabaya, Bandung, Kudus dan Surakarta sekaligus menandai pentas produksi Teater Djarum ke-38.

Surabaya dipilih menjadi kota pertama untuk pertunjukan “Para Petarung” Teater Djarum kali ini. Bekerjasama dengan Laboratorium Seni UNESA, pertunjukan “Para Petarung” akan berlangsung di Gedung Sawunggaling, Universitas Negeri Surabaya – Kampus 2, yang terletak di Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, pada Hari Sabtu, 19 Juli 2025, mulai pukul 19:00 WIB.

blank
Pertunjukan Teater Djarum, pertemuan dan dialog hangat diharapkan juga menjadi menu utama dalam kerangka besar jagat teater Indonesia yang semakin menarik, inpsiratif dan bertumbuh. Foto: Dok

Berbeda dengan karya sebelumnya, kali ini Teater Djarum mencoba menampilkan sebuah pertunjukan yang dibumbui musikal. Hal ini tentu menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan baru. Aktor mempunyai tanggungjawab mewujudkan pemikiran dan tindakan karakter yang diperankannya tidak hanya melalui dialog, namun juga secara musikal. Ini tidak mudah bagi Teater Djarum, oleh karena itu mereka tengah berusaha memanfaatkan proses latihan-latihan seoptimal mungkin.

Teater Djarum yang seluruh anggotanya merupakan karyawan PT. DJARUM, memiliki beberapa program rutin tiap tahunnya, antara lain: pentas karya dan penyelenggaraan festival teater pelajar. Beberapa lakon pentas keliling sebelumnya, Teater Djarum menampilkan “Petuah Tampah”, kemudian “Nara”. Keduanya mengangkat kearifan lokal dalam pertarungan budaya yang sengit.

blank
Para pemain tengah mempersiapkan pentas perdana di Surabaya. Foto: Dok

Tahun 2024 Teater Djarum mementaskan “Liang Langit”, sebuah pertunjukan teater eksperimental yang mengangkat pergumulan batin seorang pekerja pembersih kaca gedung bertingkat. Dari waktu ke waktu Teater Djarum terus belajar untuk menjadi media ekspresi sekaligus pemberdayaan dan pengembangan potensi kreatif setiap karyawan yang menjadi anggotanya.

“Para Petarung” di Unesa Surabaya disutradarai oleh Asa Jatmiko, dengan menghadirkan para pemain, antara lain: Heru Nugroho, Aeliza Mariyana, Wijayanto Franciosa, Rahmat Syaifudin, Anang Ma’ruf, Riska Meriani, Uptalia, Lulu’atul Mufida, Silvester Vico Hutomo, Dewi Evelyn Murti. Lagu-lagu digubah oleh Ninin Widhiyanto, dan komposer musik dan ilustrasi Giwang Topo.

blank
Sebuah adegan Para Petarung. Foto: Dok

Stage Manager: Andreas Teguh, asisten sutradara: Masrien Lintang dan Bambang Susanto. Pimpinan produksi: Teresa Rudiyanto. Logistik: Abdul Soleh, Koreografer: Anggi Putri Hartanti, dengan koor: Apriliana Dewi, Amelia Viara Rahman, Putri Lestari, Nabila Khurul Aini, Bondan Dwi Cahyono, Deni Anggaresta, Abdul Ghofar, Rizki Anada Putra, Galuh Eka Pradana. Tim Artistik: Arvian Yofi Pratama, Kemal Maesal Azam, Choitul Azis, Ahmad Huzaeni, Syarief Hidayat, Aditya Debe Seputra, kemudian Rias dan Kostum: Sriyantun Lala, Umi Setiyani, Alvatika Oktafiyana.

Pertunjukan yang dapat ditonton secara gratis ini, diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi Teater Djarum dengan masyarakat teater di Surabaya. Pertunjukan Teater Djarum, pertemuan dan dialog hangat diharapkan juga menjadi menu utama dalam kerangka besar jagat teater Indonesia yang semakin menarik, inpsiratif dan bertumbuh.

Hadepe