
Dengan wajah penuh antusiasme Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia periode Juli hingga Oktober 2014 mengungkapkan rasa senang akhirnya bisa berkunjung ke kampus Indonesia Mini. “Terima kasih banyak, senang sekali bisa datang ke sini setelah lama berkomitmen dan menghadiri pembukaan FPCI Chapter UKSW. You’re really special people, luar biasanya mahasiswa UKSW berasal berbagai pulau di Indonesia, you really a representation of the best about Indonesia,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Robby Hernawan juga menyampaikan rasa bangganya kepada UKSW atas terselenggaranya kegiatan internasional ini. “Tema yang diangkat sangat sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sangat relevan untuk kita terapkan dalam hubungan antar bangsa khususnya Asia Tenggara bahwa perbedaan bukanlah penghalang melainkan kekayaan,” imbuhnya.
Masa Depan ASEAN
Barisan dua belas stan merepresentasikan setiap negara di Asia Tenggara dan komunitas regional mewarnai acara yang mengusung tema besar “Diversified by Nationality, United by Commonality”. Acara ini semakin menarik dengan kehadiran dua pembicara hebat yang membahas tentang isu-isu kontemporer di Asia Tenggara dengan topik ASEAN Summit Debriefed: Contextualizing Inclusivity and Sustainability Amid Turbulent Times. Mereka adalah Dosen Universitas Pertahanan Republik Indonesia Profesor Anak Agung Banyu Perwita, Ph.D., dan Dosen Fiskom Novriest Umbu Walangara Nau, S.Hub.Int., M.A.
Dalam presentasinya, Profesor Anak Agung Banyu Perwita mengupas tuntas tentang topik “Diplomasi ASEAN di Tengah Rivalitas Geopolitik di Kawasan Indo- Pasifik”. “Adapun posisi strategis ASEAN dalam geopolitik Indo-Pasifik ditandai dengan persaingan kekuasaan yang besar, adanya konflik regional serta perubahan kelompok ekonomi,” jelasnya.
Profesor Anak Agung Banyu Perwita juga menegaskan jalur masa depan bagi ASEAN dicapai dengan memanfaatkan kemitraan ekonomi dengan bijak, memperkuat kohesi internal, meningkatkan kerja sama keamanan maritim, dan mendorong multikulturalisme yang inklusif.
Sementara itu, Novriest Umbu Walangara Nau mengawali paparannya dengan menyampaikan mimpi-mimpi yang akan dicapai oleh ASEAN. “Strengthen Internal Cohesion for a Broader Global Role” menjadi topik penting yang dibahas oleh Novriest Umbu Walangara Nau dalam studium generale kali ini. “Masa depan ASEAN dapat diraih dengan melakukan berbagai tindakan nyata yakni dengan memperkuat komitmen, terlebih dalam kebijakan yang nyata bagi isu di kawasan internal,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menekankan kesatuan sikap dan komitmen politik terhadap isu sentral di kawasan (khususnya isu Hak Asasi Manusia dan Krisis Kemanusiaan), aktor non-negara sebagai katalis diplomasi humanitarian di Asia Tenggara, dan ASEAN yang kohesif untuk mencapai ASEAN centrality.
Program ini menjadi salah satu aksi nyata yang dilakukan UKSW untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, ke-16 perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh serta ke-17 kemitraan mencapai tujuan.
Ning S













