
5. Faktor genetik
Riwayat keluarga dengan diabetes juga meningkatkan risiko seseorang menderita diabetes. Riwayat keluarga tidak selalu diturunkan dari orang tua kepada anaknya, namun juga dapat diturunkan dari kakek neneknya kepada cucunya (generasi kesatu kena, generasi kedua lepas, tetapi generasi ketiga kena lagi).
6. Perubahan gaya hidup modern
Perubahan pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat termasuk kurang aktivitas fisik dan tingginya stress di era modern turut memicu peningkatan risiko diabetes pada generasi muda.
Gejala Diabetes pada Generasi Muda
1. Haus berlebihan (polidipsi), sering merasa haus dan ingin minum banyak.
2. Buang air kecil berlebihan (poliuri), sering buang air kecil, terutama di malam hari.
3. Lapar berlebihan (polifagia), sering merasa lapar dan ingin makan banyak.
4. Penurunan berat badan, meskipun nafsu makan meningkat, berat badan cenderung turun.
5. Penglihatan kabur, dikarenakan kadar gula darah yang tinggi menyebabkan lensa mata membengkak dan mengurangi kemampuan fokus. 6. Luka sulit sembuh, terutama luka pada kulit kaki, sulit sembuh karena kadar gula darah yang tinggi.
7. Pusing dan lemas, diakibatkan kadar gula darah yang fluktuatif (naik turun dengan cepat).
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di daerah dalam satu dasawarsa terakhir telah gencar mengampanyekan pentingnya gaya hidup sehat sejak dini, seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Cerdik, dan lain-lain, hingga mengenakan pajak pada makanan dan minuman berpemanis.
Namun, hal tersebut belum cukup. Pembatasan iklan makanan dan minuman tidak sehat yang menyasar anak-anak, peringatan pembatasan makanan dan minuman tinggi gula dan lemak di kemasan makanan dan minuman (terutama yang berpemanis), dan penyediaan fasilitas olahraga yang memadai dan terjangkau juga harus dilakukan.
Pencegahan Diabetes pada Generasi Muda
1. Menerapkan pola makan sehat
Kurangi konsumsi makanan manis (terutama berpemanis), makanan olahan, dan minuman berkarbonasi. Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan serat.
2. Rutin berolahraga
Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari akan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah, sehingga kondisi badan akan semakin sehat dan bugar.
3. Menjaga berat badan ideal
Agar berat badan ideal, setiap orang juga harus memahami tentang indeks masa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang. Hal ini sangat penting dalam menghindari obesitas. Upaya yang dilakukan berupa menjaga pola makan dan aktivitas fisik yang seimbang.
4. Berhenti merokok
Rokok dapat merusak sel pankreas yang memproduksi insulin dan meningkatkan risiko Diabetes .
5. Kelola stres
Stres dapat mempengaruhi kadar gula darah. Pengelolaan stres dengan baik melalui olahraga, yoga, meditasi, dzikir atau hal lain sangat penting. Di samping diabetes , penyakit lain juga dipengaruhi tingkat stres seseorang.
6. Pengecekan gula darah secara rutin
Periksa kadar gula darah secara rutin untuk mendeteksi dini penyakit diabetes . Dengan adanya program pemerintah berupa cek kesehatan gratis, sangat membantu seseorang untuk memastikan kadar gula darahnya.
Ning S













