WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Ketua All Comunitas Wonosobo, Arifuddin (40), warga Kalianget yang berprofesi sebagai supir truk meninggal dunia karena diduga terkena serangan jantung.
Dari informasi yang dihimpun SUARABARU.ID, Kamis (19/6/2025), dia masih memimpin demo supir truk di Gerbang Wisata Mandala. Sepulang dari lokasi demo, sampai rumah Arif ambruk dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Tak lama setelah dirawat di rumah sakit, dia dinyatakan meninggal dunia. Teman-teman komunitas supir truk di Wonosobo pun mengaku kaget dengan kabar yang sangat mendadak tersebut. Karena pagi harinya, menurut mereka, dia masih sempat memimpin aksi menolak zero Over Dimension Over Load (ODOL) di komplek Terminal Induk Bus Wonosobo.
Para supir truk mengaku sangat kehilangan sosok Arifuddin yang selama ini jadi panutannya. Di mata mereka Arifudin dinilai sebagai orang baik. Dia mampu ngemoh anak buah dan bisa dijadikan sebagai contoh bagi teman-temannya.
Menolak Diwawancarai

All Comunitas sendiri merupakan sebuah komunitas yang membawahi supir truk dan angkutan barang lain di Wonosobo. Hari itu, para supir truk mengikuti aksi menolak zero ODOL di daerahnya.
Ratusan supir truk pada Kamis (19/6/2025), baru saja menggelar aksi demo dan mogok jalan di komplek Gerbang Mandala Wisata Mendolo Wonosobo menolak kebijakan baru dari Kementerian Perhubungan RI.
Sebagai Ketua All Com Wonosobo, Arifuddin, saat itu ikut turun ke lapangan untuk memimpin aksi anak buahnya yang tengah berkumpul di Gerbang Mandala Wisata.
Namun, ketika itu, dia menolak untuk diwawancarai wartawan dan naik panggung untuk melakukan orasi. Wawancara dan orasi pun diwakilkan kepada Susilo, Wakil Ketua All Com Wonosobo.
“Maaf Mas, wawancaranya sama Mas Susilo saja. Saya sedang tidak enak badan,” ujarnya, beralasan. Dia pun kala itu tampak sibuk berkomunikasi dengan aparat kepolisian Polres Wonosobo.
Muharno Zarka













