blank

MAKKAH (SUARABARU.ID)- Rangkaian kegiatan haji tahun 2025 tinggal menghitung hari. Jamaah haji asal Jepara yang tergabung dalam beberapa Kloter antara lain: 39, 43, 44, 45, 46, 50, 54, 72, 74 akan bertolak ke tanah air yang dibagi dalam beberapa gelombang.

blank
Jadwal resmi dari Kemenag RI (Sumber: PPIH Jepara).

Dari informasi yang suarabaru.id terima, pemulangan jamaah haji akan dimulai pada 23 Juni, hingga 4 Juli 2025. Sementara itu, SOC 44 direncanakan akan bertolak ke tanah air pada Selasa, (24/6/2025) waktu setempat.

Dari rilis resmi jadwal pemulangan jamaah haji yang dikeluarkan oleh Kemenag RI, jamaah haji asal Kabupaten Jepara SOC 44 akan tiba di Asrama Haji Donohudan, Solo pada Rabu (25/6/2026) pukul 04.16 WIB.

Selanjutnya para jamaah akan menuju Jepara dan diperkirakan sampai pendapa kabupaten pada pukul 10.15 WIB. KBIHU yang tergabung dalam SOC 44 di antaranya, Masalikil Huda, Arafah, Darurrohman, Amanah Alkautsar, Jabal Nur, Multazam, Nurul Baroroh dan Walisongo.

Salah satu pembimbing jamaah haji dari KBIHU Masalikil Huda, Jepara, KH. Syifaul Hafidz, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan haji akan berakhir setelah para jamaah melakukan thawaf wada’ (Thawaf wada’ adalah thawaf perpisahan yang dilakukan oleh jamaah haji sebelum meninggalkan Makkah).

blank
Jamaah Haji Masalikil Huda Tahunan Jepara saat berada di Thaif.

“Seperti jadwal yang telah dirilis oleh Kementrian Agama, jamaah haji SOC 44 rencananya akan check out dari hotel pada pukul 03.20 waktu setempat. Dan berangkat menuju bandara King Abdul Aziz, Jeddah”, ujar pria yang akrab disapa Kiai Hafid ini.

“Sedangkan thowaf wada’ akan kami laksanakan beberapa jam sebelum kita menuju ke bandara. Bahkan koper para jamaah sudah diangkut kemarin (Minggu, 22/6/2025) sambungnya.

Masih menurut Kiai Hafidz, dirinya juga menghimbau kepada seluruh jamaah haji yang tergabung dalam KBIHU Masalikil Huda untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak terlalu memforsir dengan kegiatan-kegiatan yang menguras tenaga.

“Biasanya, sisa beberapa hari di Makkah dimanfaatkan untuk umroh sunnah. Bagi yang usia muda tak masalah karena masih fit. Tapi saya menghimbau bagi yang lansia dan risti untuk istirahat sampai selesai dilaksanakannya thawaf wada'”, ungkapnya.

“Memanfaatkan sisa waktu untuk umroh sunnah suatu hal yang positif. Tapi jangan terlalu dipaksakan tenaganya, karena pulang juga butuh kesehatan”, bebernya.

Kiai Hafidz juga mengungkap, para jamaah haji yang usia muda bahkan ada yang sehari ambil miqat sampai dua kali. Miqat adalah syarat untuk melakukan umroh sunnah. Biasanya dilakukan di tempat yang telah ditentukan dalam syariat. Seperti di Tan’im, Ji’rana, Hudaibiyah dll.

Selain beberapa rukun haji yang telah dilaksanakan di Makkah, seperti wukuf di Arafah, menginap di Muzdalifah, lempar jumroh di Mina, dan thawaf ifadoh, KBIHU Masalikil Huda juga mempunyai program tambahan untuk jamaah haji.

Berikut program dari KBIHU Masalikil Huda Jepara selama berada di Makkah. Setelah melakukan rangkaian kegiatan haji KBIHU Masalikil Huda menggelar kegiatan umroh sunnah sebanyak tujuh kali, perjalanan wisata ke kota Thaif (mengunjungi pembuatan parfum, wisata kereta gantung, ziarah ke makam Ibnu Abbas dll), ziarah ke makam Ma’la (makam Sayyidatina Khadijah, Syeh Nawawi Albantani, KH. Maemoen Zubair).

ua