WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Setelah terjadi di sejumlah kabupaten/kota, giliran para awak truk di Kabupaten Wonogiri juga menggelar aksi demo. Mereka menggelar demo damai, untuk ikut menolak Rencana Undang-Undang (RUU) Angkutan Barang Zero ODOL atau Over Dimension Over Loading.
Awalnya, mereka berdemo di kawasan Tugu Pusaka Selogiri, dengan membawa serta puluhan kendaraan truk dan melengkapi beragam atribut poster dan spanduk bertuliskan nada protes penolakan ODOL. Aksi demo para awak truk ini dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Sandi Bedor. Mereka menyuarakan aspirasi, bahwa RUU ODOL dinilai menyulitkan para sopir yang bergantung hidup dari aktivitas angkutan barang.
Massa awak truk bersama kendaraannya, kemudian bergerak ke Kota Wonogiri. Mereka berupaya melakukan manuver untuk memblokade ruas jalan utama, yang berdampak pada terjadinya kemacetan srus lalu lintas. Sebelum kemudian, berkumpul di Bundaran Patung Bung Karno sisi utara Alun-alun Giri Krida Bakti Kota Wonogiri.
Manuver menutup ruas jalan, mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas para sopir truk terhadap isu penindakan ODOL yang ramai dibahas di tingkat nasional. Dalam aksi tersebut, massa pendemo melakukan penutupan jalan sebagai bentuk protes damai.
Untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas, Polisi mengambil inisiatif membuka ruas Jalan Ir Soekarno (dulu Jalan Pemuda) untuk dua arah. Langkah darurat ini, untuk menyalurkan arus lalu lintas lintas provinsi yang bertujuan ke arah Ponorogo-Pacitan, dilewatkan melalui utara Gedung DPRD Wonogiri.
Humanis
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, Sabtu (21/6/25), mengabarkan, Kapolres AKBP Jarot Sungkowo turun langsung memimpin pengamanan bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Wonogiri.
Bersama Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Samapta, Pawas, serta personel gabungan, Kapolres langsung turun ke jalan untuk melakukan pengamanan. Juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, serta memberikan himbauan secara persuasif kepada peserta aksi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga melakukan dialog dengan Kolap, Sandi Bedor. Kepada Pimpinan Aksi bersama massa pendemo, diberikan pengertian bahwa penindakan ODOL di wilayah Wonogiri belum akan diberlakukan. Untuk itu, massa kemudian diminta untuk segera membubarkan diri secara tertib.
Aksi demo massa awak truk berjalan dengan aman, tertib, dan tanpa gesekan. Arus lalu lintas yang sempat terganggu, berhasil diurai oleh petugas, untuk dipulihkan kelancarannya kembali.
Kapolres Wonogiri menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, dalam menyikapi setiap bentuk unjuk rasa masyarakat yang berkeinginan menyampaikan aspirasinya. Sekaligus disertai tindakan yang mengedepankan sikap humanis, demi menjamin situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Wonogiri tetap kondusif.(Bambang Pur)












