Oleh: Amir Machmud NS
// konfidensi acapkali dibangun/ dengan kontroversi/ dan, dengan cara seperti apa/ dia meneguhkan posisi/ menjadi si nomor satu?//
(Sajak “Emiliano Martinez”, 2025)
TAK berlebihan bila Manchester United memburu Emiliano Martinez.
Dalam dua musim terakhir, klub elite Liga Primer itu merasakan titik lemah di bawah mistar. Kiper utama, Andre Onana melakukan 13 blunder fatal yang berakibat gol. Sementara kiper cadangan, Altay Bayindir tampil tidak meyakinkan.
Inikah alasan MU mengejar Emi Martinez dari Aston Villa?
Sektor kiper dianggap sebagai salah satu faktor penyebab musim ini Setan Merah menempati posisi ke-15 klasemen dan tak meraih satu pun trofi, walaupun legenda kiper mereka Edwin van der Sar tak sepakat buruknya performa MU semata-mata karena faktor Andre Onana.
“Saya mengenal dia sejak lama. Dia empat hingga lima tahun di Ajax. Saya berlatih dengan dia, melihatnya berkembang. Dia punya kekuatan hebat, atletis, reaksinya baik dalam melakukan penyelamatan. Dia pintar menggunakan kaki dan kepalanya,” kata Van der Sar kepada TalkSport (detik.com, 14 Juni 2025).
Pelatih Ruben Amorim tetap merasa, mendatangkan Emiliano Martinez merupakan salah satu jawaban untuk memperbaiki tim. Artinya, Onana yg musim 2024-2025 membuat 90 penyelamatan akan digeser oleh kiper baru. Masih menunggu waktu, apakah kiper asal Kamerun yang didatangkan dari Internazionale Milan itu bakal bertahan di Old Trafford, atau berlabuh di klub baru.
Legenda-legenda
Dari rentetan musim, MU tercatat memiliki legenda kiper yang pada masanya menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dunia.
Yang paling fenomenal, siapa lagi kalau bukan Peter Schmeichel? Kiper asal Denmark yang berkontribusi besar bagi MU dalam meraih treble Liga Primer, Piala FA, dan Liga Champions pada 1999 itu disusul oleh Van der Sar, Fabian Barthez, dan David de Gea.
Selain para legenda itu, The Red Devils juga pernah menampilkan kiper-kiper dengan pamor hebat seperti Alex Stepney, Jim Leighton, Victor Valdez, Tim Howard, Raymond van der Gouw, Roy Caroll, Dean Henderson, Ben Foster, Sergio Romero, dan Mark Bosnich.
Kiper-kiper “flop” juga tercatat pernah memperkuat MU seperti Massimo Taibi, Gary Walsh, atau Andy Goram.
Reputasi Emi Martinez yang disiapkan sebagai pengganti Onana memang tidak sembarangan. Saat ini dia diakui sebagai salah satu kiper terbaik dunia, di samping nama-nama hebat Thibaut Courtois (Belgia, Real Madrid), Alisson Becker (Brazil, Liverpool), Gianluigi Donnarumma (Italia, Paris St Germain), Yan Sommer (Swiss, Internazionale Milan), atau Ederson Moraes (Brazil, Manchester City).
Menciptakan “Kekacauan”
Damian Emiliano Martinez Romero meraih capaian individual khusus: dua tahun berturut-turut 2023 dan 2024 mendapat Yashin Trophy sebagai kiper terbaik dunia dalam malam gala Ballon d’Or.
Dia juga menjadi kiper terbaik FIFA 2022, meraih Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2022, masuk tim terbaik Copa America 2021, 2024, dan Pemain Terbaik Aston Villa 2020-2021.
Pria kelahiran Mar de Plata, Argentina 2 September 1992 ini sedang dalam tahap negosiasi antara MU dengan Aston Villa dengan banderol 40 juta poundsterling. Semula dia kencang dirumorkan bakal pindah ke Galatasaray, namun tampaknya Emi antusias untuk menyambut tawaran Pasukan Amorim.
Kiper tinggi besar itu dikenal sebagai sosok impulsif. Ekspresinya dalam merayakan kemenangan sering mengejutkan dan berlebihan, seperti ketika menerima trofi kiper terbaik di Piala Dunia 2022. Dia dianggap melakukan gerakan “cabul”.
Reaksi dan komentarnya tentang bintang Prancis Kylian Mbappe juga dituding tidak memperlihatkan respek sebagai olahragawan.
Tetapi itulah Emi “Dibu”. Di balik kontroversi itu, dia diakui sebagai sosok yang kuat dan bermental hebat. Dibu kerap membuat calon penendang penalti lawan “kena mental” dengan cara memainkan mindgame, menciptakan “kekacauan” konsentrasi lawan. Entah sudah berapa eksekutor penalti terpengaruh oleh “kekacauan” yang dia buat.
Kiranya, Ruben Amorim tidak salah memproyeksikan pengamanan gawang MU kepada Emi Martinez, walaupun sang legenda Van der Sar sudah mengingatkan bahwa persoalan permainan MU bukan semata-mata karena faktor kiper. Artinya, Amorim juga harus menata kembali sektor pertahanan.
Jika transfer berjalan lancar, akan muncul harapan sekaligus tantangan: mampukah Emilio Martinez menjadi legenda meneruskan kisah keperkasaan Schmeichel dan Edwin van der Sar?
Benarkah dia salah satu solusi untuk mengembalikan Setan Merah ke habitatnya?
Emi dengan penuh konfidensi pernah mengungkapkan dalam wawancara dengan DSport, “Apakah saya merasa sebagai kiper terbaik dunia? Ya, sedikit, biarkan saya menikmatinya…”
— Amir Machmud NS; wartawan Suarabaru.Id dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah —













