blank
Santri Jateng mendominasi nilai sempurna (100), dari seluruh peserta se-Indonesia, saat mengikuti seleksi tahap awal MQK Nasional VIII secara CBT. Foto: dok/kemenag

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebuah catatan apik behasil ditorehkan sejumlah santri asal Jawa Tengah, saat mengikuti seleksi tahap awal Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional VIII, yang digelar secara Computer-Based Test (CBT).

Dari tujuh kode ujian yang berhasil meraih nilai sempurna (100), santri asal Jateng mendominasi dalam jumlah dan sebaran kode ujian yang ditaklukkan.

Sebanyak 815 santri dari 127 pondok pesantren se-Jateng, mengikuti seleksi CBT yang dilaksanakan secara daring oleh Kementerian Agama RI, Selasa-Kamis (17-19/6/2025). Dari jumlah itu, mayoritas santri berhasil menuntaskan ujian dengan capaian yang membanggakan.

BACA JUGA: Emi Martinez dalam Bayangan Para Legenda

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, H Imam Buchori menyampaikan apresiasinya, atas semangat dan pencapaian para santri Jateng.

”Partisipasi aktif dan capaian luar biasa santri asal Jateng dalam seleksi CBT MQK ini, menunjukkan kualitas dan daya saing pesantren kita. Tidak hanya mampu mengikuti ujian berbasis digital, tetapi juga berhasil menorehkan prestasi di tingkat Nasional,” kata dia dalam keterangannya di Semarang, Jumat (20/6/2025).

Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai pengirim peserta terbanyak dengan 1.421 santri, dan Jawa Timur mencatat nilai rata-rata tertinggi sebesar 67,46. Namun secara variasi dan capaian skor 100, Jateng tampil sebagai daerah yang paling merata dan unggul.

BACA JUGA: Jalan Antarprovinsi Jateng-Jatim di Kismantoro Tertimbun Tanah Longsor

Adapun tujuh kode ujian yang berhasil diraih dengan nilai sempurna oleh peserta dari berbagai provinsi itu antara lain, Ula-Fiqh, Ula-Nahwu, Ulya-Nahwu, Ulya-Tafsir-Ilmu Tafsir, Ulya-Tauhid, Wustha-Hadis dan Wustha-Nahwu.

Sementara itu, Direktur Pesantren Dirjen Pendis, Basnang Said mengungkapkan, pelaksanaan CBT menjadi tonggak penting dalam seleksi MQK, yang bukan hanya sekadar lomba tapi proses penguatan tradisi keilmuan Islam berbasis sanad, yang dikemas dengan pendekatan modern.

Pada kesempatan lain, Penanggung Jawab MQK Nasional VIII, Yusi Damayanti menyebut, peserta dari seluruh Indonesia, termasuk dari wilayah 3T, terfasilitasi secara merata dalam pelaksanaan CBT.

Pelaksanaan MQK Nasional 2025 akan dilanjutkan dengan tahapan seleksi lanjutan, dan lomba tingkat Nasional secara daring (offline), pada Juli mendatang. Kanwil Kemenag Jateng pun terus mendorong partisipasi pesantren, dalam memperkuat literasi kitab kuning dan pengembangan tradisi ilmiah pesantren berbasis turats.

Riyan