Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, Rabu (11/6/25), mengabarkan, kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota se-Jawa Tengah bersama para Kepala OPD Provinsi Jawa Tengah. Acara ini dipimpin langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi.
Wakil Bupati Wonogiri, Imron, mengikuti kegiatan dengan semangat dan antusias. Partisipasi aktifnya dalam forum strategis ini, menunjukkan kesungguhan Pemerintah Daerah dalam mendukung visi pembangunan Provinsi Jawa Tengah yang inklusif dan kolaboratif.
.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi kesiapan Wakil Bupati/Wakil Wali Kota, dalam menghadapi tantangan transisi kepemimpinan. Dengan menjunjung tinggi semangat nilai-nilai karakter kebangsaan, sebagai pondasi implementasi Asta Cita mewujudkan Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah.
Ikut serta dalam kegiatan tersebut, para Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), para Pejabat Administrator beserta para Analis Kebijakan yang berdinas di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Jawa Tengah. Jumlah pesertanya sebanyak 438 personel.
Kolaborasi
.
“Kerja kita di Jawa Tengah tidak bisa one man show. Harus kerja kolaboratif, kerja super team. Provinsi, Kabupaten/Kota dan OPD, harus bergerak bersama. Kita harus kerja dengan ikhlas, tematik, dan amanah,” tegas Gubernur sembari menambahkan bahwa bukan semata-mata karena jabatan, tapi karena tugas kita adalah melayani.
.
Menurut Gubernur, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi. Tidak boleh ada ego sektoral. “Ada nafas kebersamaan, dalam rangka membangun Jawa Tengah,” tandasnya.
.
Kegiatan retreat tersebut, imbuh Gubernur Lutfi, juga sebagai upaya untuk mengintegrasikan program di Jawa Tengah dengan Asta Cita Presiden RI. Pemprov Jateng, mencanangkan 136 program terdiri dari 11 program prioritas, 22 Program Intervensi, 61 Program Aksi dan 42 Program Taktis. Program tersebut, merupakan penjabaran dan selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PTHC) Asta Cita Presiden RI.
.
Dalam retreat, kegiatan tidak hanya penyampaian materi, tapi juga ditindaklanjuti dengan aksi konkret di lapangan. Kurikulum kegiatannya, disusun bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Pemateri dari berbagai lembaga, diantaranya Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK, Kejaksaan Tinggi, Tokoh Agama dan Widyaiswara BPSDMD Jawa Tengah.(Bambang Pur)













