blank
Anggota Majelis GKJ Taman Murni mengusung hasil panen pertanian untuk dijual secara lelang, Minggu (08/06/2025). Foto: Anind

Anggota Majelis GKJ Taman Murni mengusung hasil panen pertanian untuk dijual secara lelang, Minggu (08/06/2025). Foto: Anind

Riyaya Undhuh-Undhuh GKJ Taman Murni Sragen dengan Lelang Hasil Pertanian Jemaat

SRAGEN (SUARABARU.ID)- Ibadah syukur memetik hasil panen atau Riyaya Undhuh – Undhuh (hari raya pesta panen) di GKJ Taman Murni berlangsung meriah, Minggu (08/06/2025).

Riyaya Undhuh-Undhuh atau pesta panen diwujudkan dengan mengumpulkan hasil panen warga jemaat.

“Sebagian hasil panen pertanian dari warga jemaat dikumpulkan di gereja saat Ibadah Riyaya Undhuh- Undhuh, kemudian dijual secara lelang,” tutur Ketua Majelis GKJ Taman Murni Teguh Sumarno Putra, Minggu (08/06/2025).

Prosesi penyerahan sebagian hasil panen ditaruh di Gunungan seberat sekitar 70 Kg yang dipikul empat orang anggota majelis gereja.

Gunungan itu kemudian dibawa masuk gereja bersama Pendeta (Em) Is Subari yang memimpin ibadah.

“Hasil penjualan lelang, dipersembahkan semuanya untuk gereja,” terang Teguh SP.

Ibadah Riyaya terasa istimewa karena juga bersamaan dengan ibadah Perjamuan Kudus Konstektual.

Perjamuan Kudus yang biasanya menggunakan Anggur dan Roti, kali ini diganti Lepet Jagung dan Wedang Jahe.

Usai beribadah itulah, pendeta muda GKJ setempat Christian Galabara AP serta majelis gereja memandu lelang hasil pertanian persembahan jemaat.

blank
Anggota Majelis GKJ Taman Murni mengusung hasil panen pertanian untuk dijual secara lelang, Minggu (08/06/2025). Foto: Anind

Jenis hasil pertanian itu seperti jagung, ketela, kentang, ubi, cabe, bawang merah dan bawang putih, terong, pisang, telur dan ayam.

Juga padi yang diwujudkan dalam wujud beras dalam kemasan. Ada juga kue bolu dari bahan tape singkong.

Untuk ASN, TNI-Polri yang gajinya diterima bulanan dalam bentuk uang bagaimana persembahannya? Bisa diwujudkan dalam bentuk uang yang diserahkan dalam amplop.

Penggemar burung anggungan menyumbangkan burung beserta sangkarnya.

Muryanto, Anggota Majelis GKJ Taman Murni mengungkapkan para jemaat yang ikhlas menjadi peserta lelang tolok ukurnya bukan karena orang berduit, tapi mereka mau mengikuti lelang adalah karena niat.

“Sebab banyak warga yang secara ekonomi terbilang mampu tapi tidak tertarik mengikuti lelang. Namun banyak juga warga yang tergolong biasa saja tapi mengikuti lelang dan membeli hasil pertanian yang ditawarkan majelis,” pungkasnya.
Anind