WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Untuk pertamakalinya Umat Buddha menggelar perayaan Sannipata Trisuci Vesakha di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, acara perayaan berlangsung meriah, ikut disajikan hiburan kesenian dan gelaran ekspo.
Ketua Sekolah Tinggi Agaman Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya, Wonogiri, Sulaiman, mengatakan, perayaan Waisak di Pendapa Kabupaten Wonogiri baru kali pertama digelar. Di tahun-tahun sebelumnya, perayaan digelar di area kampus di Bulusulur Wonogiri.
Disebutkan, acara yang digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri Kamis (5/6/25), bersifat perayaan. Sebab, prosesi ritual peringatan Hari Raya Waisak 2569 BE (Buddhist Era) Tahun 2025, telah dilaksanakan Tanggal 12 Mei 2025 lalu. Angka 2569 BE, menunjukkan bahwa ini adalah tahun Ke-2569 dalam Kalender Buddha.
Sannipata Trisuci Waisakha (Vessakha), dalam bahasa Indonesia berarti Trisakti Waisak atau Tiga Peristiwa Suci Waisak. Ini merujuk pada Waisak sebagai Hari Besar Umat Buddha. Sannipata (atau Sannipati) dalam bahasa Pali dan Sanskerta berarti peristiwa yang terjadi secara bersamaan, atau peristiwa yang terjadi pada saat yang sama.
Trisuci, berarti tiga hal suci atau tiga hal penting. Waisakha atau Waisak, adalah nama bulan purnama pada kalender India kuno, menjadi Bulan Kelahiran Buddha.
Serangkaian peristiwa tersebut, menjadi hari raya penting bagi Umat Buddha yang memperingati tiga peristiwa utama (Tri Suci Waisak) dalam kehidupan Buddha. Pertama, kelahiran Siddhartha Gautama. Kedua, pencapaian penerangan agung (Buddha). Ketiga, wafatnya Buddha Gautama.
Harmoni
Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri, Sulaiman, mengatakan, perayaan Waisak di Pendapa Kabupaten, ini baru kali pertama digelar. Di tahun-tahun sebelumnya, perayaan digelar di kampus. “Kami menampung aspirasi umat Buddha di Wonogiri, yang ingin menggelar perayaan bersama Forkompimda, dan ini akhirnya harapan itu terwujud,” ujar Sulaiman.
Tema nasional Waisak 2569 BE/2025 adalah “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”. Menurut Sulaiman, pengendalian diri adalah bagian penting ajaran Buddha.
Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengatakan, perayaan ini menjadi upaya dan sarana untuk menunjukkan indahnya harmoni kebersamaan segenap warga masyarakat. “Mewakili Pak Bupati, saya menyampaikan betapa sejuknya Wonogiri yang menjadi rumah besar, yang melindungi setiap umat beragama dalam menjalankan aktivitasnya,” tandas Wabup Imron.
Wabup menilai, perkembangan agama Buddha di Wonogiri makin eksis. Tak dapat dipungkiri, salah satu pendorong utamanya adalah kehadiran STABN Raden Wijaya. “Progres yang positif selama hampir dua puluh tahun, dan saat sekarang tengah menunggu proses STABN berstatus sebagai universitas, menjadi Universitas Negeri pertama di Wonogiri,” imbuh Imron.
Pada bagian lain sambutannya, Wabup mengucapkan terima kasih kepada STABN dan seluruh umat Buddha di Wonogiri, yang telah mewujudkan kerja sama dengan Pemkab Wonogiri, dalam ikut mendukung penanganan sosial.(Bambang Pur)













