WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Hewan kurban yang disembelih oleh warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Wonogiri, mencapai nilai Rp 12,2 miliar. Jumlah ini terhitung naik 8,2 persen. Total hewan kurban pada Idul Adha 1446 H (2025 M) kali ini mencapai sebanyak 1.420 ekor.
Pada Idul Adha 1446 H (2025 M) ini, jumlah hewan kurban melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total nilai kurban tahun ini, mencapai Rp12,25 miliar atau meningkat 8,29 persen dibanding dengan Tahun 2024.
Berdasarkan data hingga Jumat sore (6/6/25) Pukul 03.30, jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun mencapai sebanyak 1.420 ekor. Jumlah ini, terdiri atas hewan Sapi sebanyak 525 ekor senilai Rp10.591.675.000,-. Kambing Jawa sebanyak 847 ekor senilai Rp1.559.458.000,- dan Domba sebanyak 48 ekor senilai Rp101.620.000,-.
Total keseluruhan nilai kurban tahun ini, mencapai sebesar Rp12.252.753.000 (dua belas miliar dua ratus lima puluh dua juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu rupiah). Data ini bersifat dinamis, yang diperkirakan masih akan terus bertambah hingga hari tasyrik berakhir.
Ketua DPD LDII Wonogiri, H Sutoyo, menjelaskan, keberhasilan ini bukan terjadi secara instan. Upaya membudayakan semangat berkurban, telah dilakukan sejak usia dini. Sejak kecil, dibiasakan suka menabung. Sejak lama, telah membudayakan semangat berkurban. Mulai dari anak-anak, sudah dilatih dan dibiasakan menabung untuk berkurban. ”Kami tanamkan bahwa berkurban adalah kewajiban spiritual yang sangat besar nilainya,” tandas Sutoyo, Jumat (6/6/25).
Spiritual
Penegasan sama, juga disampaikan oleh pengurus lainnya, H Joko Santosa. Secara rutin, memberikan motivasi kepada warga, utamanya saat menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, agar tetap semangat berkurban. Setiap tahun grafiknya selalu naik. ”Kami yakin, ini karena pembiasaan dan pendekatan spiritual yang terus kami lakukan,” ujar Joko Santosa.
Selain bersemangat untuk berkurban, warga LDII juga didorong untuk memaksimalkan ibadah lainnya yang berkaitan dengan Idul Adha. Seperti puasa Arafah dan penyempurnaan niat berkurban. Kegiatan penyembelihan hewan kurban, dilakukan di masjid-masjid binaan LDII, kemudian dagingnya didistribusikan kepada warga sekitar dan yang membutuhkan.
”Kulit hewan kurban dikumpulkan, dan dikelola untuk membantu pesantren binaan LDII di Wonogiri,” jelas KH Sunadi Ali Mustofa, salah satu tokoh ulama LDII Wonogiri. Kegiatan kurban, juga melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal. Salah satunya, adalah pengadaan besek bambu sebagai wadah daging kurban. Hal ini, bertujuan mendukung ekonomi warga sekitar, serta mengurangi penggunaan plastik.
Tren peningkatan jumlah kurban LDII Wonogiri bukan kali ini saja terjadi. Berikut data historis kurban dalam lima tahun terakhir, Tahun 2020 sebanyak 306 ekor sapi dan 302 ekor kambing/domba dengan nilai Rp 6,9 miliar. Tahun 2021 sebanyak 322 ekor sapi dan 303ekor kambing/domba bernilai Rp 8,3 miliar. Tahun 2022 sebanyak 360 ekor sapi dan 400 ekor kambing/domba bernilai Rp 9 miliar.
Berikut pada Tahun 2023 sebanyak 464 ekor sapi dan 664 ekor kambing/domba bernilai Rp 10 miliar. Tahun 2024 sebanyak 510 ekor sapi dan 660 ekor kambing/domba bernilai Rp 11,29 miliar.
Kemudian Tahun 2025 sebanyak 525 ekor sapi dan 895 kambing/domba bernilai Rp12,25 miliar. LDII Wonogiri menegaskan, semangat berkurban bukan hanya ritual tahunan, melainkan pendidikan karakter yang ditanamkan sejak kecil. “Kurban bukan soal mampu atau tidak. Tapi soal niat, pembiasaan dan semangat berbagi,” tandas H Sutoyo.(Bambang Pur)













