blank
Witono salah satu penghobi Merpati pos racing Semarang

Semaraang (SUARABARU.ID) -Di antara ragam jenis burung yang dipelihara manusia, merpati pos balap atau dikenal juga sebagai merpati pos racing, menempati tempat istimewa karena kemampuannya yang luar biasa: menempuh jarak jauh dan kembali ke rumah dengan cepat dan tepat. Merpati jenis ini bukan hanya mengandalkan kecepatan, tapi juga daya ingat serta insting alami yang tajam, menjadikannya atlet langit yang mengagumkan.

Merpati pos racing adalah jenis merpati yang secara khusus dilatih untuk lomba kecepatan pulang ke kandangnya. Burung ini biasanya dipelihara sejak kecil oleh pemiliknya, dan saat sudah cukup umur serta terlatih, mereka dilepas dari jarak jauh untuk berlomba siapa yang tercepat kembali ke kandang. Hebatnya, burung ini dapat menemukan jalan pulang tanpa alat bantu apa pun, hanya mengandalkan insting dan kemampuan navigasi alaminya.

Dalam komunitas pecinta burung, kemampuan menjelajah jarak jauh dan kembali tepat waktu menjadikan merpati ini sangat diminati. Lomba-lomba merpati pos racing digelar mulai dari tingkat lokal, nasional hingga internasional, dan komunitasnya terus tumbuh termasuk di Kota Semarang.

Salah satu sosok yang aktif dalam dunia merpati pos racing di Semarang adalah Witono, pria berusia 63 tahun yang telah menekuni hobi ini sejak tahun 2017. Saat ditemui di rumahnya karangannyar Gunung pada Selasa, (3/6/2025), Witono menceritakan awal ketertarikannya bermula dari rekan kerjanya yang memelihara merpati pos. Sebelumnya, ia memelihara jenis merpati tinggian atau merpati kolong, namun sejak mengenal merpati pos racing, ia jatuh cinta dan memutuskan untuk serius breeding (beternak).

“Saya tertarik karena burung ini punya filosofi tinggi. Merpati yang diterbangkan jauh akan berusaha pulang sekuat tenaga, bahkan jika terluka. Seperti perjuangan dalam rumah tangga, sesulit apa pun situasinya, mereka tetap ingin pulang untuk bertemu anak dan pasangannya tercinta,” ujarnya.

blank
Witono saat berada di area kandang Merpati di kebun depan rumahnya

Kini Witono memiliki puluhan ekor merpati pos hasil ternakan sendiri. Indukan-indukannya ia peroleh dari sesama penghobi yang telah menguji merpati mereka dalam pelepasan jarak jauh, seperti ke Sumbawa dan Bali. Ia juga menyukai mengoleksi burung berkualitas milik teman-temannya, termasuk milik Mas Nandar, almarhum Muhajir, dan Bono, semuanya pernah mencicipi podium juara.

Meski terlihat kompleks, Witono mengaku perawatannya sederhana. Ia memberi makan jagung, beras merah, dan voer ayam, serta air bersih dan vitamin sebagai minuman. Pagi dan sore adalah waktu rutinnya untuk merawat burung-burung tersebut.

Baginya, hobi ini bukan soal keuntungan materi. “Kalau dihitung dari uang, saya mungkin rugi. Tapi kebahagiaan yang saya rasakan tak ternilai. Hobi ini sangat berdampak baik untuk kesehatan saya,” jelasnya.

Witono berharap, komunitas merpati pos racing di Semarang semakin besar dan aktif. Ia menyebut peran komunitas POMP Garuda Semarang sangat penting karena menyediakan wadah bagi para penghobi. Lewat komunitas ini, pertukaran informasi, lomba, dan pengembangan ekonomi kreatif dari hobi ini bisa berjalan lebih baik.tukasnya.

Dwi_prie