MAKKAH (SUARABARU.ID)– Anggota DPR RI Abdul Wachid mengunjungi para jamaah haji asal Jepara yang tergabung dalam SOC Kloter 44, di tempat pemondokan, Senin (3/6/2025).
Dalam kunjungannya, Wakil Ketua Komisi VIII yang sekaligus Ketua Panja Haji 2025 ini memberikan motivasi kepada para jamaah untuk selalu semangat jelang puncak haji Armuzna.
“Kedatangan saya di sini ingin memastikan seluruh jamaah dalam keadaan baik-baik saja, karena ini adalah puncak haji”, ujar Wachid di hadapan ratusan jamaah haji asal Jepara.
Lebih jauh, politisi kelahiran Jepara itu juga ingin memastikan semua fasilitas jamaah haji terpenuhi selama di hotel. Terutama terkait dengan suplay makanan.

“Jelang Armuzna, seluruh jamaah haji harus dalam keadaan sehat, baik itu jasmani dan rohani, karena Arafah adalah inti dari haji”, terangnya sambil mengutip sebuah Hadist Nabi yang menerangkan tentang inti haji adalah wukuf di Arafah.
Kendati demikian, bagi jamaah yang mengikuti program Murur, tetap mendapatkan perlakuan yang sama. Selama pelaksanaan Armuzna pun pemerintah tetap menyuplay makanan secara teratur kepada para jamaah haji.
“Suplay makanan jangan sampai telat. Meskipun seluruh suplay catering distop jelang Armuzna, namun kami membekali jamaah dengan makanan siap saji selama di hotel”, ungkap Politisi dari Fraksi Gerindra tersebut.
“Insyaallah untuk suplay makanan bagi jamaah haji asal Indonesia selama wukuf di Arafah, menginap di Muzdalifah, hingga di Mina akan kami sediakan”.
Dalam kesempatan itu Abdul Wachid juga menyampaikan pesan untuk mengurangi biaya haji. “Presiden Prabowo Subianto meminta kalau bisa ongkos naik haji (ONH) bisa dikurangi tahun depan”, katanya.
Menurutnya, saat ini Komisi VIII DPR RI masih menggodog wacana untuk mengurangi biaya haji. Meskipun di tahun 2025 biaya haji bisa ditekan hingga di angka 55 juta.
“Biaya haji tahun ini (2025) sudah turun dari tahun sebelumnya. Tapi Presiden Prabowo meminta untuk menurunkan lagi biaya haji tanpa mengurangi layanan kualitas haji. Mungkin yang paling realistis adalah dengan mengurangi durasi waktu, dari 40 hari menjadi 30 hari. Ini skema untuk bisa menekan biaya haji”, ungkapnya.
Abdul Wachid juga menyinggung soal layanan Syarikah yang dinilai belum maksimal. Syarikah adalah perusahaan resmi yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan layanan haji.
“Saat ini hanya ada 8 syarikah yang menangani jamaah haji Indonesia, Padahal ada 14 embarkasi di seluruh Indonesia. Memang ada beberapa syarikah yang tidak sesuai dengan pelayanan, dan akan kami evaluasi terus untuk pelayanan yang lebih baik. Ke depan satu embarkasi harus ditangani satu syarikah”, tandasnya.
ua













