SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam menghidupkan romantisme Kota Lama, PO Hotel Semarang menghadirkan pelayanan Bintang 5 terbaik sebagai rumah kedua di Kota Semarang.
Menurut General Manager PO Hotel Semarang, Benedictus Jodie, Kota Lama Semarang yang merupakan destinasi wisata menyajikan pesona arsitektur kolonial Eropa abad ke-18, memiliki cara tersendiri untuk memikat hati para wisatawan.
Kota Lama Semarang merupakan kawasan bergaya “Little Netherlands” yang dipenuhi bangunan tua estetis, cocok untuk berjalan santai dan berburu foto.
Kawasan bersejarah yang sarat akan arsitektur kolonial megah dan cerita masa lalu ini, kini kembali bersolek menarik para pelancong untuk mengunjunginya.
Dengan hadirnya Kota Lama yang makin menarik, PO Hotel Semarang yang sudah berdiri megah diatas POLLUX Paragon Mall 14 tahun yang lalu ini menawarkan para tamu untuk merasakan kembali esensi kemewahan dan kehangatan pelayanan bintang 5 terbaik di jantung Kota ATLAS.
Dengan mengusung tema “Kembali ke Kota Lama” PO Hotel Semarang mempersilahkan para tamu untuk merasakan kembali esensi kemewahan dan kehangatan pelayanan di PO Hotel.
“Sebagai salah satu hotel mewah terkemuka di Kota Semarang, PO Hotel memahami bahwa perjalanan menyelusuri sejarah Kota Lama belum lengkap tanpa kenyamanan istirahat yang paripurna,” kata Jodie, Rabu (8/7/2026).
Dikatakan, PO Hotel Semarang berkomitmen memberikan kontribusi pelayanan prima yang dirancang khusus untuk memanjakan setiap tamu, baik pelaku bisnis maupun wisatawan.
“Kota Lama adalah jiwa dari Semarang. Melalui kampanye ini, kami membawa para tamu kembali ke Kota Lama, kami ingin menjadi bagian dari cerita perjalanan anda,” ungkapnya.
“Kami berkomitmen memberikan kontribusi pelayanan bintang 5 terbaik mulai dari senyuman hangat saat “check-in”, fasilitas kamar yang super nyaman, hingga petualangan kuliner berkelas khas Kota Semarang yang disajikan di setiap sarapan pagi, agar momen kembali ke Semarang menjadi pengalaman yang tak terlupakan,” katanya.
Dalam memberikan pelayanan prima, PO Hotel Semarang juga memberikan citra apik melalui busana pria Lurik Sorjan dan Kebaya Encim pada busana wanita.
“Ini menekankan bahwa akulturasi budaya ini adalah kunci berhasilnya eksistensi PO Hotel Semarang sampai dengan saat ini dan menjadi bagian cerita yang tidak dapat dipisahkan, dengan mengusung budaya Jawa di setiap Rabu dan Jumat ini,” ujar Jodie.
Jodie menyebut, kombinasi Lurik Sorjan dan Kebaya Encim sendiri dipilih PO Hotel Semarang karena mencerminkan budaya tradisional Jawa yang khas dan kuat.
Selain itu juga memperkuat warisan budaya khas Kota Semarang serta menghadirkan pelayanan Bintang 5 yang hangat kepada para tamu yang berkunjung ke PO Hotel Semarang.
Ning S













