SEMARANG (SUARABARU.ID)– Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof Dr Suharnomo SE MSi, menyatakan kesiapannya menyambut penyelenggaraan Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomnas) 2025, yang dijadwalkan digelar di Semarang dan Solo, pada November mendatang.
Menurut dia, pihaknya sudah siap untuk menggelar salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yakni bulu tangkis. Bertempat di Polytron Stadium, yang ada di area Kampus Undip, Tembalang, Semarang, Prof Suharnomo yakin cabor ini akan berjalan nyaman, karena fasilitas sarana dan prasarana yang berkelas internasional.
Hal itu seperti yang disampaikannya, usai acara penandatanganan serah terima Polytron Stadium, dari President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono kepada Rektor Undip, pada Senin (2/6/2025). Usai acara serah terima, dilanjutkan pertandingan eksebisi antara Prof Suharnomo/Tontowi Ahmad melawan Dr Rer Nat Heru Susanto ST MM MT (Wakil Rektor 1)/Sigit Budiarto.
BACA JUGA: Mengenal Bus Shalawat, Fasilitas Jamaah Haji Indonesia Menuju Masjidil Haram
”Polytron Stadium sudah disetujui untuk menggelar cabor bulu tangkis pada Pomnas November mendatang. Kami akan berupaya menggelar event ini dengan sebaik mungkin dengan sarana dan parasarana yang terbaik,” kata Prof Suharnomo.
Sementara itu, Victor Rachmat Hartono menyebutkan, berdirinya gelanggang olahraga ini, merupakan wujud nyata untuk membangkitkan semangat mahasiswa, guna menggeluti olahraga bulu tangkis.
”Kami juga mengharapkan, para pebulutangkis akan mampu menorehkan prestasi di kejuaraan-kejuaraan Nasional hingga kancah internasional,” harap dia.
BACA JUGA: Kerbau atau Sapi: Perbandingan Harga, Daging, dan Tradisi saat Idul Adha di Kudus
Seperti diketahui, berdirinya Polytron Stadium ini merupakan hasil kerja sama Djarum Foundation, Polytron, iForte dan Kampus Undip. Polytron Stadium dibangun di atas lahan seluas 6.183 meter persegi, dan dengan alokasi anggaran sebesar lebih dari Rp 43 miliar.
Hadir juga dalam acara peremian ini, legenda-legenda bulu tangkis Indonesia, seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Sigit Budiarto, Hendrawan, Aryono Miranat, Hastomo Arbi, Lius Pongoh, Fung Permadi, dan Richard Mainaky.
Riyan













