KUDUS (SUARABARU.ID) — Menyambut Hari Raya Idul Adha, mayoritas masyarakat Muslim di Kudus masih mempertahankan tradisi unik dalam memilih hewan kurban. Alih-alih memilih sapi seperti di banyak daerah lain, warga Kudus lebih memilih kerbau sebagai hewan kurban utama.
Tradisi ini berakar dari ajaran Sunan Kudus, salah satu Wali Songo yang dihormati, yang melarang penyembelihan sapi demi menghormati umat Hindu pada masanya. Larangan ini kemudian menjadi tradisi turun-temurun yang masih lestari hingga hari ini.
Tak heran, menjelang Idul Adha, pemandangan penyembelihan kerbau dan kambing lebih mendominasi di berbagai masjid dan mushala di Kudus. Meskipun demikian, sejumlah masjid dan mushala, khususnya yang berada di bawah naungan Muhammadiyah, mulai beralih menggunakan sapi sebagai hewan kurban.
Menurut data dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, hingga awal Juni 2025, tercatat ada 361 ekor sapi, 11 ekor kerbau, dan 176 ekor kambing yang akan dikurbankan di masjid, mushala, serta lembaga di lingkungan Muhammadiyah. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah menjelang hari raya.
Kerbau vs Sapi: Mana yang Lebih Unggul?
Selain karena alasan religius dan tradisi, pemilihan antara kerbau dan sapi juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi serta preferensi masyarakat.
Dari segi harga, baik sapi maupun kerbau memiliki rentang yang kompetitif. Di pasar hewan Kudus, harga sapi kurban saat ini berkisar antara Rp18 juta hingga Rp35 juta per ekor, tergantung jenis dan bobot. Sementara itu, harga kerbau sedikit lebih tinggi, yakni sekitar Rp20 juta hingga Rp38 juta per ekor.
Meski lebih mahal, kerbau dikenal memiliki bobot tubuh yang lebih besar. Seekor kerbau dengan bobot hidup 500 kg bisa menghasilkan sekitar 220–250 kg daging bersih, lebih banyak dibandingkan sapi berbobot 400 kg yang hanya menghasilkan sekitar 180–200 kg daging.
Namun menurut para pedagang, sapi tetap lebih populer, terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Salah satunya diungkapkan oleh Sunarto, pedagang hewan kurban di Kudus.
“Secara daging, kerbau memang lebih berat. Tapi sapi juga banyak peminat karena dagingnya lebih empuk,” ujarnya.
Perbedaan Cita Rasa
Dari sisi rasa, daging sapi dikenal lebih empuk dan cepat matang, cocok untuk berbagai hidangan modern. Sedangkan daging kerbau memiliki tekstur lebih padat dan kenyal, menjadikannya pilihan tepat untuk olahan tradisional seperti rendang, sop atau pindang khas Kudus.
Jika dihitung dari segi harga per kilogram daging, kerbau sebenarnya lebih ekonomis. Namun, keakraban masyarakat dengan sapi membuat hewan ini tetap menjadi favorit di kalangan tertentu.
Pada akhirnya, pemilihan hewan kurban — apakah kambing, sapi, atau kerbau — kembali kepada niat dan kemampuan masing-masing. Yang terpenting, kurban dilakukan dengan ikhlas, dalam rangka meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan menumbuhkan nilai kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Ali Bustomi













