MAKAH (SUARABARU.ID) – Jamaah haji asal Indonesia mendapatkan kemudahan dengan fasilitas transportasi gratis selama di Makah. Dari pantauan suarabaru.id, para jamaah disediakan bus yang bernama bus shalawat untuk akses ke Masjidil Haram. Bus berwarna kuning ini beroperasi 24 jam non stop.
Di wilayah Syisyah misalnya, bus shalawat akan standbay di halte untuk mengangkut para jamaah menuju Terminal Syeb Amir yang akses masuknya lewat pintu Marwah di Masjidil Haram.
Syisyah adalah wilayah yang dihuni oleh jamaah haji asal Indonesia, terdiri dari sektor 3 sampai 5. Di wilayah Syisah ini lokasinya cukup strategis. Berjarak sekitar 6-7 km dari Masjidil Haram dan juga dekat dengan Mina, tempat Jamarat (pelaksanaan lempar jumrah).

Namun, bus shalawat akan berhenti beroperasi H-4, selama puncak haji di Arofah, Muzdalifah, Mina (Armuzna). Dalam rentang waktu tersebut bus shalawat akan digunakan untuk mengangkut jamaah haji menuju Armuzna.
Berbeda dengan bus shalawat, ada juga bus kota berbayar yang siap mengantar para jamaah jika hendak mengambil miqot (niat umroh). Ada beberapa titik miqot yang menjadi tujuan para jamaah, seperti miqot di Tan’im (Masjid Aisyah), Ji’rana, dan Hudaibiyah. Biasanya, ongkos untuk menuju tempat miqot tersebut sebesar 5 riyal atau setara dengan 25 ribu.
Ada juga bus umum seperti di Terminal Jarwal atau Ajyad dengan tarif sama sekitar 4-5 riyal per orang. Untuk bus gratis (biasanya bus warna putih nomor 12) yang berangkat dari area Jabal Umar atau sekitar Masjidil Haram.
Mina dan Tanazul
Khusus jamaah haji asal Indonesia yang berada di wilayah Syisa akan mendapatkan kemudahan dengan program Tanazul. Yaitu, skema baru yang memungkinkan para jamaah untuk tidak menginap di tenda-tenda yang sudah disediakan. Terutama bagi mereka yang mempunyai penyakit risiko tinggi (risti), lansia, dan disabilitas.
Skema ini bertujuan untuk mengurai kepadatan di Mina. Jamaah haji yang telah melakukan wukuf di Arafah, dan bermalam (mabit) di Muzdalifah kemudian melanjutkan ke Mina untuk ke Jamarat (tempat melempar jumrah) bisa kembali ke hotel, tanpa harus menginap di tenda. Karena jarak antara Syisya dan Mina hanya sekitar 1 km, bahkan ada yang berjarak 500 meter tergantung dari tempat penginapan.
Jamaah haji bisa kembali ke hotel dengan jalan kaki setelah dari Mina karena jaraknya yang dekat. Tanazul ini salah satu solusi agar ibadah tetap sah, tapi jamaah tidak terlalu kelelahan atau berdesakan di tenda.
ua













