blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan anggota DPRD Jateng Faiz Alauddien Reza Mardhika diantar suaminya HM Yahya Fuad dan pejabat Pemkab Kebumen di Bandara NYIA Kulonprogo, Sabtu 31/5.(Foto:SB/Prokopim)

KULONPROGO (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani bertolak ke Paris, Perancis, untuk menerima sertifikat Geopark Kebumen sebagai Global Geopark dari Unesco atau Unesco Global Geopark (UGGp).

Bupati Lilis Nuryani terbang ke Paris dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), pada Sabtu (31/5) 2025  didampingi putranya Faiz Alauddien Reza Mardhika, yang juga anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah

Rencananya, Lilis akan menerima sertifikat Kebumen Global Geopark dari Unesco pada 2 Juni 2025 di Markas Besar Unesco, Paris. Tahun ini ada 16 geopark di seluruh dunia yang ditetapkan oleh Unesco  termasuk Geopark Kebumen.

“Bismillah mohon doanya, saya akan bertolak ke Paris untuk menghadiri undangan dari Unesco, yakni pemberian sertifikat ditetapkannya Kebumen Geopark sebagai Geopark Global Unesco,”ujar Bupati Lilis di Bandara YIA.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan putranya yang juga anggota DPRD Jateng Faiz Alauddien Reza Mardhika bertolak ke Paris dari Bandara YIA Kulonprogo, Sabtu 31/5.(Foto:SB/Prokopim)

Sebelumnya Unesco hanya mengirimkan sertifikat secara elektronik. Namun kali ini sertifikat secara cetak akan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Unesco. Selain pemberian sertifikat, Bupati mengatakan, agenda di Paris  akan ada pertemuan dengan Geopark-Geopark seluruh dunia, guna bertukar pikiran.

“Diharapkan dari pertemuan tersebut bisa terjalin kerjasama antara Geopark Kebumen dengan Geopark-geopark lain diseluruh dunia, karena itu kita sangat menyambut baik forum ini,”ujarnya.

Rencananya, Bupati di Paris selama satu minggu, dr Reza yang mendampingi Bupati akan membantu mempresentasikan apa itu Geopark Kebumen dan keunggulannya.

Termasuk memperkenalkan produk kerajinan tangan dan makanan khas Kebumen, untuk diperkenalkan ke forum global.

“Ini kita bawa batik khas Kebumen, anyaman pandan, kain perca, kita juga bawa makanan khas Kebumen, ada lanting, sate Ambal, serta makanan kering lainnya. Kita kenalkan produk khas Kebumen kepada masyarakat global,”ujarnya.

Sementara itu General Manager Badan Pengelola Geopark Kebumen Sigit Tri Prabowo mengatakan, di Indonesia yang bakal menerima sertifikat Geopark Global Unesco ada dua, selain Geopark Kebumen, ada Geopark Meratus, Kalimantan Selatan. Forum itu bakal menjadi sepesial karena diberikan pada forum khusus.

“Sebelumnya kan diserahkan bareng dengan acara Konferensi Geopark Seluruh Dunia. Kalau sekarang khusus pemberian sertifikat, yang nantinya diserahkan oleh Direktur Jenderal Unesco di markas besar di Paris. Jadi ini ini istimewa,”terang Sigit.

Geopark Kebumen dijuluki The Mother of Earth, dan memiliki banyak keunggulan mulai dari geodiversitas, biodiversitas, hingga warisan budaya. Wilayahnya mencakup 22 dari 26 kecamatan di Kebumen, dengan berbagai situs geologi, biologi, dan kekayaan budaya.

Seperti Lava Bantal dan Rijang Merah di Desa Seboro yang menawarkan pemandangan batuan vulkanik dan lapisan batuan berwarna mencolok, serta situs Watu Kelir yang menampilkan pertemuan dua jenis batuan.

“Geopark Kebumen juga kaya akan keanekaragaman hayati, dengan berbagai spesies flora dan fauna yang hidup di berbagai habitat,”imbuh Sigit.

Sigit menuturkan, Geopark Kebumen juga mendorong pengembangan pariwisata, ekonomi, dan pelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Komper Wardopo