blank
Ilustrasi Kantor Desa gemantar. Warga Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Sragen  masih memperbincangkan usaha peternakan ayam yang macet. Foto: Anind

SRAGEN (SUARABARU.ID)– Pengelolaan usaha milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gemantar Kecamatan Mondokan, Sragen diprotes warga. Pasalnya sistem pengelolaan BUMDes dinilai tidak transparan. Sehingga sejumlah warga mempersoalkannya.

“Padahal BUMDes tahun 2018-2022 sudah digelontor dana Rp 500 juta untuk peternakan ayam, tapi masyarakat tidak mengetahui bagaimana badan usaha itu dikelola,” ujar Supardi, seorang Warga Desa Gemantar saat mengadukan persoalan BUMDes Gemantar, Jumat (30/05/2025).

Dikatakan dana BUMDes bersumber dari Dana Desa  berencana  dipakai untuk mendanai peternakan ayam dengan anggaran total Rp 800 juta. Pada periode 2018 – 2022 BUMDes masih jalan. Bahkan sempat digelontor dana Rp 500 juta, untuk kandang dan peternakan ayam.  Namun bisnis itu tidak berjalan seperti semestinya, bahkan  pada Tahun 2023 BUMDes akhirnya dibekukan.

Masyarakat minta agar Aparat Penegak Hukum (APH) meneliti kegiatan usaha BUMDes periode 2018 – 2023.

Terkait dengan hal ini, Ketua BUMDes Periode 2018-2023 Slamet Riyadi saat dihubungi mengatakan pihaknya tidak menerima aliran dana untuk usaha peternakan ayam. “Dana yang mengelola kades,” ujarnya.

Dia mengaku sudah pernah di BAP di Kantor Inspektorat Sragen, namun tidak ada kelanjutan lagi. Kini Kades Gemantar Suradi ingin mendirikan lagi BUMDes.

“Sebenarnya perkara itu sudah pernah dilaporkan ke Inspektorat Sragen  tahun 2023,  namun belum ada tindak lanjutnya sampai sekarang,” terang Supardi.

Kabar terkini, kondisi badan usaha dikabarkan macet. “Dana yang dialokasikan untuk membiayai peternakan ayam itu diduga lebih dari Rp 800 juta dan masyarakat minta harus bisa dipertanggungjawabkan,” tambah seorang warga.

Karena Kepala Desa Gemantar Suradi tidak menjelaskan terkait usaha BUMDes, sehingga dituding tidak transparan. Sejumlah warga Desa Gemantar dikabarkan akan mendatangi Kades Suradi untk meminta kejelasan terkait BUMDes yang terkesan usahanya mati suri.

Sudah Ada BUMDes Baru

Kades Gemantar Suradi saat dimintai konfirmasi tidak bersedia mengomentari pendanaan untuk BUMDes. Dikatakan BUMDes yang Lama sudah dibekukan. Kini BUMDes Gemantar sudah didirikan lagi Tahun 2024 lalu. Namun BUMDes yang baru didirikan itu belum beroperasi atau melakukan usaha.

Karena banyak pengurus mundur, Suradi akan membentuk kepengurusan baru BUMDes 2025.  “Pembentukan pengurus yang baru nanti akan transparan,” ujarnya.

Anind