blank
Ilustrasi perkembangan produksi beras Indonesia 2023-2025. Foto: Dok/Tri K

Namun hanya sedikit sekali kenaikannya jika dibanding dengan produksi beras periode yang sama tahun 2023 yang sebanyak 16,63 juta ton (naik 0,78 persen). Padahal kita ingat bahwa di tahun 2023 saat itu dinyatakan pula oleh BMKG sebagai tahun penuh rekor temperatur yang tinggi.

Darimana Potensi Kenaikan Itu

Berkaca dari referensi yang banyak diamini bahwa sektor pertanian padi sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim serta kebutuhan akan ketersediaan air yang cukup, maka dengan kondisi cuaca lebih baik, kemarau yang lebih singkat dan cenderung basah serta dengan asumsi pengelolaan pertanian sama dengan tahun sebelumnya saja akan wajar ketika terjadi kenaikan produksi di tahun ini.

Pada kenyataannya dengan program pencetakan lahan satu juta hektarnya di tahun 2024 lalu justru tidak mampu meningkatkan produksi padi. Karena justru diantaranya oleh cuaca yang tidak lebih baik dari tahun 2023 dengan kemarau panjangnya, produksi beras turun 15,48 persen disbanding tahun 2023. Artinya lebih meyakinkan bahwa produksi berbanding lurus dengan kondisi cuaca.

Oleh karenanya target kementerian dengan kenaikan 7,22 persen di tahun ini, dan jika berkaca dari kenaikan potensi satu semester tahun ini yang dicatat BPS sebesar 11,17 persen diasumsikan terealisasi hingga akhir tahun, apakah target itu tidak terlalu mudah untuk dicapai dengan kondisi cuaca yang sangat mendukung ditambah dengan berbagai program kementerian pertanian yang disampaikan di awal. Jangan-jangan produksi akan meningkat lebih tinggi. Jangan-jangan capaian 7,22 persennya itu nantinya hanya dipengaruhi oleh dukungan cuaca yang bersahabat.

Tapi bagaimanapun segala upaya sangat diperlukan. Baik dalam rangka memitigasi dan beradaptasi dengan kondisi cuaca maupun upaya menurunkan cost, menaikkan produktivitas maupun meningkatkan margin pendapatan petani dengan kebijakan harga. Harapannya kebijakan kementerian pertanian harus mampu menambah produksi oleh bersahabatnya cuaca dan kemampuan memprediksi cuaca, atau tidak menurunnya produksi oleh karena kurang bersahabatnya cuaca dan melesetnya prediksi.

Perlu dipertimbangkan lagi agar prediksi cuaca yang dikeluarkan baik harian, bulanan maupun beberapa bulan ke depan lebih masif dan dipastikan tersampaikan kepada petani.

Tri Karjono, Statistisi Ahli BPS